Posts

Showing posts from January, 2008

PKK Kelurahan Cilandak Barat Wakili Jaksel ke Tingkat Provinsi

Image
Oleh: Badar/Jhon

JAKARTA-Wakil Walikotamadya Jakarta Selatan Budiman Simarmata Msi mengatakan, keberadaan tim penggerak PKK sangat penting sekali, mengingat para kader PKK ini mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat kota telah banyak menorehkan karya dalam membangun roda pembangunan dan perekonomian.

Hal itu dikemukakan Budiman S, saat menghadiri kegiatan kesatuan gerakan PKK, di ruang Aula Kantor Kelurahan Cilandak Barat, Jum,at (4/1-08).

‘’Saya berharap dengan banyaknya prestasi yang telah ditorehkan melalui berbagai kegiatan lomba kebersihan, kesehatan maupun di bidang perekonomian oleh para kader PKK, bias menjadi contoh bahwa peranan kader PKK perlu sangat dikembangkan sehingga nanti dapat mewujudkan Kota Jakarta Selatan yang sehat, ramah akan lingkungan,’’katanya.

Dengan gerakan terpadu PKK-KB-Kesehatan, Kelurahan Cilandak Barat ini diharapkan Tim penggerak PKK Kelurahan Cilandak Barat dapat mewakili Jakarta Selatan maju untuk ke tingkat Provinsi. ‘’Oleh karena itu saya …

Jajaran Sudin P2B Jaksel Bongkar 180 bangunan bermasalah

Oleh:Badar/Aris

JAKARTA-Suku Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2b) Jakarta Selatan tetap akan konsisten melakukan tindakan tegas yakni dengan melakukan pembongkaran terhadap bangunan bermasalah. Hal tersebut dilakukan untuk menegakkan peraturan Pemda.

Jajaran Sudin P2B Jakarta Selatan telah membuktikan ketegasannya ini pada tahun 2007. Pada tahun kemarin, aparat Sudin P2B telah melakukan tindakan tegas dengan membongkar bangunan bermasalah sebanyak kurang lebih 180 bangunan, baik itu rumah tinggal maupun non rumah tinggal.

Kepala Sudin P2B Jakarta Selatan Suharsono didampingi kasie penertiban Rudi Lapino saat melakukan pengawasan pembongkaran di lapangan, kemarin, menuturkan, pihaknya akan terus melukukan tindakan tegas berupa pembongkaran terhadap bangunan bermasalah dan tidak memiliki izin.

‘’Secara tidak langsung ini memberikan contoh yang baik bagi warga masyarakat yang hendak membangun rumah, supaya mereka yang hendak membangun rumah memenuhi persyaratan surat surat kelengk…

Maraknya Parkir Liar dan PKL Bikin Semrawut Kawasan Setiabudi

Oleh: Badar

JAKARTA-Kawasan segitiga emas Kuningan, Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan semakin hari semakin semrawut dengan banyaknya parkir liar dan menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut. Salah satu contoh di Jalan Setia Budi Selatan depan gedung perkantoran PT Asaba dan gedung Bakrie, banyak kendaraan yang parker di tepi jalan, sehingga memacetkan arus kendaraan lain. Ini tampak pada Kamis (3/1-08) lalu.

Selain itu di jalan tersebut juga banyak kantin yang berdiri di atas saluran air. Tentu ini sangat merusak keindahan dan tatanan kota yang bersih. Dengan adanya para pedagang kaki lima yang berjualan di atas saluran air tersebut sangat berdampak yang kurang baik untuk menciptakan keindahan dan kebersihan kota, dan juga bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan warga sekitar.

Saryoto warga Mampang yang setiap harinya melintas di jalan tersebut mengatakan, pemerintah kota Jakarta Selatan seharusnya menindak tegas para PKL yang berjualan melanggar ketentuan Pemda…

Lurah Cipadu Jaya Dituding Tipu Wartawan

JAKARTA-Lurah Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang Agus Heru dituding telah melakukan penipuan terhadap Badar, yang dikenal sebagai wartawan sebuah tabloid terbitan ibukota dan juga kontributor khusus weblog wartamerdeka.blogspot.com. Kasus ituberkaitan dengan jual beli sebuah mobil Daihatsu Taft Tahun 1993, bernomor polisi B 1089 CM atas nama Rene Partahan.

Menurut Badar, kemarin, masalah itu bermula ketika tetangganya, Meli menawarkan menjual mobil itu dengan harga Rp 30 juta.

Penjual mobil tersebut seorang janda bernama Narti yang mengaku sebagai pemilik mobil, sedangkan Meli adalah perantara penjualan mobil tersebut.

Badar pun setuju hendak membeli mobil tersebut dengan harga Rp 30 juta. Tapi cara pembayaran dilakukan secara bertahap, yakni dua kali bayar. Pada pembayaran pertama Badar menyerahkan uang senilai Rp 15 juta kepada Meli. Oleh Meli uang tersebut kemudian diserahkan kepada Narti, selaku pihak yang mengaku memiliki mobil tersebut.

Persoalan jadi rumit, karena tern…