Thursday, June 05, 2008

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis



Oleh: M. Aris Kuncoro


JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kabar yang menyejukkan di tengah kesulitan ekonomi yang kini tengah dialami sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama sejak adanya kenaikan BBM ini, diungkapkan langsung oleh Pembina yang sekaligus dikenal sebagai pendiri YASKUM, Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, di kantor pusat YASKUM Jalan Kembangan baru, Jakarta Barat, belum lama ini.

Bulganon Hasbullah Amir yang akrab disapa Bang Ipul atau ‘’Abang’’ ini mengemukakan bahwa niat untuk membuka sekolah umum dan pesantren gratis bagi masyarakat tidak mampu ini terutama didasari keinginan untuk membantu masyarakat miskin di Indonesia yang kini makin terjepit secara ekonomi. Sekaligus untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Diingatkannya pula, bahwa meskipun sekolah ini nanti gratis bagi masyarkat tidak mampu bukan berarti melupakan soal kualitas pendidikan. ‘’Bagaimana pun kita tetap akan memperhatikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,’’ujar Abang sambil menambahkan bahwa lokasi untuk menyelenggarakan pesantren dan pendidikan gratis ini di daerah Kendal, Jawa Tengah. Lahan yang disiapkan sekitar 40 hektar.

YASKUM, ujar Bang Ipul, memang didirikan dalam rangka untuk ikut berdarmabakti dalam bidang sosial. Sebelumnya sudah cukup banyak kegiatan sosial yang dilakukan YASKUM yang anggotanya tersebar di hampir semua provinsi di Indonesia ini.

Di antaranya yang paling menonjol adalah kegiatan sosial dalam bentuk pengobatan kepada masyarakat. Sudah ribuan warga yang dibantu YASKUM dalam bidang pengobatan ini secara gratis. Metode pengobatan yang dilakukan oleh anggota-anggota YASKUM ini termasuk khas. Cenderung alamiah, misalnya dengan ramuan dari tumbuh-tumbuhan, atau istilah yang ngetren sekarang yaitu pengobatan herbal.

Selain pengobatan alternatif, kegiatan sosial lain yang pernah dilaksanakan YASKUM yakni memberi bantuan secara langsung terhadap korban bencana alam, seperti yang terjadi di Aceh, juga saat banjir besar di daerah Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Di bidang pendidikan, YASKUM juga memberikan bantuan bea siswa bagi masyarakat tidak mampu, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Yang menarik, YASKUM yang anggotanya mencapai ratusan ribu dan tersebar di sejumlah pelosok tanah air ini, dikenal kompak. Begitu ada perintah dari pusat, terutama dari Bang Ipul, agar anggota-anggota YASKUM mengumpulkan sumbangan untuk kegiatan sosial, maka dalam waktu yang singkat perintah itu akan segera dilaksanakan. Kekompakan para anggota YASKUM itu bisa terlaksana, karena Bang Ipul selalu menekankan pendidikan mental dan spiritual yang penuh disiplin kepada semua anggotanya. Terutama yang sangat menonjol adalah ajakan agar para anggota YASKUM selalu bersikap pasrah dan tunduk kepada Allah SWT.

Juga yang tak kalah pentingnya, para anggota YASKUM dididik untuk selalu bersyukur terhadap semua pemberian Allah SWT. Dan tidak lupa, para anggota YASKUM diminta agar selalu ikhlas setiap kali menolong orang.

Tiga Tingkatan Manusia

Menurut Bang Ipul, ada tiga tingkatan manusia. Tingkat pertama, yaitu manusia yang jika mendapatkan masalah, problema, atau beban kebutuhan hidup, selalu memohon atau meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar mendapat perlindungan serta jalan keluar.

Tingkat yang kedua, yaitu manusia yang bisa mengendalikan diri. Dalam tingkatan ini, manusia yang mendapatkan masalah, problema, atau beban kebutuhan hidup, maka ia tidak akan menceritakan dan tidak akan memohon atau meminta kepada Tuhan, karena ia sangat meyakini bahwa Tuhannya itu Maha Tahu, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Pengatur. Sehingga tanpa diminta secara lesan pun, Tuhan sudah tahu isi hati manusia.

Tingkat ketiga yaitu manusia yang penuh kesadaran. Manusia pada tingkatan ini, ketika dirinya mendapatkan masalah, problema atau beban kebutuhan hidup, maka dirinya tidak akan merasakan beban tersebut, karena dirinya selalu dapat mensyukuri di atas segala kejadian terebut. Karena dirinya selalu dapat mensyukuri di atas kegala kejadian Keharibaan-Nya, sehingga dirinya tidak mengenal dan tidak merasakan atau tidak tergangggu lagi akan segala masalahnya. Selanjutnya dirinya hanya akan menghadapai segala masalahnya dengan tenang, santai dan damai. Hal ini, kata Bang Ipul, hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang telah sangat meyakini dan telah merasakan bahwa di dalam dirinya bersemayam Ruh Tuhan/Kuasa Tuhan/Sinar Kuasa Tuhan yang selalu akan mengatur hidup dan kehidupannya di atas segala kekuasaan-Nya.

‘’Inilah tipe orang yang tergolong berjiwa tenang dan berhati tenteram. Berbahagialah orang yang telah mencapai kesadaran ke tingkat ini,’’ujar Bang Ipul.

Nah di YASKUM, para anggotanya dididik agar bisa mencapai kesadaran di tingkat yang ketiga ini. Hampir sebagian besar anggota YASKUM yang aktif bisa mencapai ke tingkat kesadaran ini. Berkat pencapaian kesadaran ini, maka sebagian besar anggota YASKUM ini diberi kebisaan oleh Allah menyembuhkan berbagai macam penyakit.

‘’Anggota YASKUM yang aktif banyak yang dibisakan oleh Allah SWT untuk melakukan penyembuhan,’’ujar Bang Ipul.

Diceritakan oleh Bang Ipul bahwa , dia memulai mendirikan YASKUM setelah gurunya yang bernama AKI Muhammad Syamsoe Usman meninggal dunia, dan berangkat dari pengobatan.

‘’Doa saya waktu mengobati tidak mesti pakai bahasa Arab. Sering juga, saya pakai bahasa Indonesia. Saya berdoa, ya Allah tolonglah hambamu dan bantulah dia, sembuhkanlah dia, mungkin dengan dia sembuh, dia akan lebih yakin dengan kekuasaan Engkau ya Allah. Alhamdulillah, orang itu banyak yang jadi sembuh. Tetapi ketika anak saya sendiri sakit, saya berdoa, kok ya tidak sembuh-sembuh. Saya sampai bertengkar dengan istri saya gara-gara itu. Oh ternyata ketika saya mengobati orang lain saya betul-betul pasrah (menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah) dan tidak ada muatan atau beban. Namun, ketika saya mengobati anak, saya sudah mulai memaksa kepada Allah, agar anak saya segera sembuh dan sudah pasti saya tidak bisa pasrah lagi. Jadi kesimpulannya, jika kita menyembuhkan orang itu harus benar-benar ikhlas dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah.’’


Keterangan Gambar: Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.


8 comments:

Anonymous said...

asww pak haris,kita berharap blog2 seperti ini bisa di launch secara rutin agar daerah dapat saling silathurahmi selain event2 agama yg besar, suqron


timur@yaskum.org
kembangan@yaskum.org

yohanes said...

Pak Aris,

sangat senang bisa silahturahmi dan tahu update dari yayasan Pusat. Salam dari kami di Pulau Bintan

BEVAN ALVARO said...

ASS.Pak Haris.
Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ? Sebelumnya saya sempet berpikir kemana saya harus bertanya tentang Yayasan / lEMBAGA Yaskum, tapi syukurlah setelah saya cari-cari ada juga (Maf kalo commentnya sekaligus u pertanyaan pribadi) Suami saya sudah hampir 4bl INI mengikuti kegiatan di Yaskum ? Ketika saya ikut menemani dia, karena saya sendiri masih belum bisa menerima keputusan suami saya masuk ke Yaskum di daerah Pulogadung.Saya lihat tradisinya sangat mencengangkan saya yaitu Mencium tangan pimpinan sebanyak dua kali dibagian tangan luar dan tangan dalam (Telapak tangan).Jadi aku merasa bingung ?padahal setahu akau kalo Ulama saja tidak mau dicium tangannya, tapi ini sang pimpinan dicium tangannya sampai dua kali (bolak-balik).Apa ini gak terlalu berlebihan ?Selain itu setelah ikut kegiatan Yaskum, dia jadi lebih sombong seolah-olah dia bisa melakuan yang lebih, misalkan menyembuhkan orang sakit (padahal kalo menurut aku, Allah akan memberikan kelebihan pada seseorang yang dipilih oleh Dia, bukan sembarangan orang n aku juga tidak menganggap suamiku tidak bisa hanya saja dia aku pikir n aku lihat belum pantas n belum bisa, aku lihat dari keseharian dia, dia egois sholatnya sering bolong gampang marah .Dan yang bikin aku tambah ragu,kenapa suamiku lebih ngebelaiin tafakur sampai pagi yang akhirnya menyebabkan dia ngantuk dan tidak bisa menunaikan sholat subuh, bukankah sholat 5 waktu wajib hukunya, kenapa yang wajib ditinggalkan demi yang sunah ?tolong penjelasannya ?.itulah sebabnya kenapa sampai saat ini saya belum bisa menerima sepenuhnya kegiatan yang dilakukan suami saya ? Yang lebih membuat aku bingung pas pertama masuk suami saya dimintain uang (Katanya u pembersihan diri), sedangkan saya saat itu baru melahirkan n saya minta uang untuk akikah anak saya tapi dia tidak memberikannya tapi dia malah memberikan uang sekitar 2jt u kegiatan tersebut n uang itu didapat dari hasil pinjam n saya sendiri baru mengetahuinya setelah saya balik dari kampung u akikah anak kami, makanya saya kaget n sampai sekarang belum bisa menerima semua itu ? sebelumnya saya mohon maaf, tapi jujur saya gak tahu harus kemana mencari tahu semau ini ? mohon bantuan n pencerahannya ? Terima kasih

Anonymous said...

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Saya beberapa kali berkunjung ke Yaskum kebetulan diajak teman, yang saya lihat disana ( Kembangan ) justru semangat kebersamaan dan persaudaraan tanpa pandang bulu dan latar belakang termasuk kepercayaan masing-masing .

Bahkan dari pengamatan saya banyak orang yang tujuannya berobat secara gratis padahal kalau diperhatikan nilai obat tersebut lumayan mahal dipasaran ( obat diabetes ), namun oleh pimpinan Yaskum di Kembangan tersebut diberikan secara gratis.

Kalaupun terdapat kejadian dimana pengurus Yaskum memanfaatkan kondisi dengan meminta uang dengan alasan macam-macam, kemungkinan itu hanyalah ulah dari oknum yang tidak bertanggungjawab oleh karena dari infrmasi yang saya dapatkan Yaskum ini secara jelas bukan suatu bentuk aliran ataupun semacamnya namun lebih kepada kegiatan sosial.

Jadi bagi yang merasa perlu informasi yang lebih jelas alangkah baiknya jika langsung ke Pusat Yaskum di Kembangan .

Anonymous said...

Ajaran AKI Muhammad Samsu sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Banyak dari Bimbingan AKI yang sukses dan berhasil mengembangkan ajaran AKI termasuk juga yang di Kembangan. Begitu juga di Jawa Timur dengan Pos Induk pembinaan di Gresik telah menyebarkan ajaran Aki Muhammad Samsu keseluruh Jawa Timur. Akan tetapi amanat tetaplah amanat, yang membawa amanat itu juga manusia biasa yang tidak terlepas dari salah dan dosa. Yang masih memiliki hawa nafsu dan pikiran untuk memperkaya diri sendiri. Sebaik apapun sebuah amanat, akan tetapi apabila yang mengemban amanat itu tidak sanggup atau tidak mampu membawa amanat itu sesuai dengan amanat aslinya maka penerapan amanat itu kesannya menyimpang bahkan cenderung menimbulkan kesan sebagai ajaran sesat. Banyak pembina di Jawa Timur yang justru jatuh setelah menempati posisi sebagai pembina atau pemimpin umat. Karena mereka memposisikan dirinyan sebagai seorang pemimpin dimana setiap perintahnya harus diikuti, cenderung mengatasnamakan amanat Tuhan untuk kepentingan pribadinya. Banyak pemimpin Pos kesucian yang menjadi sorotan, terutama mereka yang dari TNI, disorot oleh kesatuannya masing-masing disinyalir telah mengajarkan ajaran sesat.Disinyalir mereka telah memposisikan dirinya seolah seorang NABI. Sudah menjadi tanggung jawab para pemimpin di pusat Jakarta maupun di Bandung untuk meluruskan hal tersebut sebelum terlalu jauh menyimpangkan ajaran AKI. Jangan sampai kesan memperkaya diri lewat umat berkembang menjadi suatu opini yang membudaya di masyarakat Jawa Timur. Sebagai salah mantan umat kesucian, kita merasa prihatin sekali dengan kondisi seperti saat ini yang berkembang di Jawa Timur. Jangan jadikan umat AKI sebagai jalan untuk memperkaya diri sendiri, murnikan kembali ajaran AKI untuk menyelamatkan sesama umat manusia dari kegelapan hatinya tanpa didasari oleh kepentingan pribadi atau kelompoknya. Pak Bulganon di Jakarta dan Pipi di Bandung sudah seharunya mulai bertindak untuk meluruskan kembali ajaran AKI di Jawa Timur. Bersatulah Wahai engkau para pemimpin kesucian di alam Abad AKI ini, berantas semua kemusrikan yang justru timbul lebih banyak di diri para pemimpin kesucian saat ini.
Semoga ajaran AKI tetap langgeng dan menyebar keseluruh dunia seperti apa yang diinginkan oleh AKI Muhammad Samsu.

Imnul Surabaya.

muhammad said...

alhamdulillah... terima kasih atas kolom silaturahmi ini, dengan blog ini kita bisa silaturahmi dan saling tukar pengalaman sehingga jarak tak lagi menjadi masalah untuk saling mengenal khususnya kepada segenap keluarga besar AKI. let's keep what we've got and feel. let's change the world! ***bravo yaskum***

M. Masshaumi (Pontianak)

Anonymous said...

ajaran apapun bila semata karna Allah saya yakin benar2 yakin itu benar..bagaimanapun tatacaranya...tanpa dipisah oleh aturan ALLAh milik semua yang hidup dan yang mati..bukan "ada " hanya untuk satu golongan saja yang menganggap diri mereka benar...hanya ALlah maha penilai hati,..terlalu sombonglah anda menilai seorang manusia..anda sama seperti kami dan 5,7 miliar manusia lainnya di muka bumi,..marilah kenali diri anda untuk mencapai kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat.,..butalah saya akan segala tatacara dan dogma...tapi tidaklah buta mata hati ini...ALLAh bersama kita semua,..

Narto Nouvo said...

Assalamualaikum yaskum.. ?

Hanya 1 kata yg saya mau sampaikan..yaitu:LANJUTKAN..!