Posts

Showing posts from April, 2009

Pejabat Jaksel Pelesiran ke Turki Dapat Kecaman

Image
Oleh : Vera Mayasari/ Aris K

JAKARTA- Kepergian Wakil Walikota Jakarta Selatan, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup serta 7 Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan ke luar negeri yakni ke Turki mendapat sorotan tajam sejumah kalangan.

Koordinator Lembaga Studi Sosial Lingkungan Perkotaan Badar Subur mengatakan, masalah ini harus menjadi perhatian khusus Gubernur DKI Jakarta. Dan Gubernur harus berani menindak tegas para pejabat tersebut.

’’Karena berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) No 270/1174/SJ tertanggal 4 April 2009, gubernur dan bupati/walikota serta pejabat lainnya dilarang meninggalkan tempat tugasnya selama pemilu dan perhitungan suara. Mendagri dalam surat edaran itu meminta kepada seluruh gubernur dan bupati/walikota untuk tidak meninggalkan tempat bahkan Khusus Camat atau sebutan lain tidak boleh meninggalkan tempat selama lima belas hari yakni 5-20 April. Ini tertuang jelas dalam poin 4,’’ujar Badar.

Menurutnya, para peja…

Warga Keluhkan Lamanya Ngurus IMB

Jakarta-Masyarakat kini banyak yang mengeluhkan rumit dan berbelit belitnya pengurusan sejumlah perijinan di Jakarta Selatan, terutama dalam pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Ironisnya, hal ini terjadi setelah adanya restrukturisasi di Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan.

Menurut Koordinator Lembaga Studi Sosial Lingkungan Perkotaan Jakarta Selatan Badar Subur setelah restrukturisasi dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, memang dirasakan malah kian rumit dalam mengurus legalitas bangunan.
Jika tadinya sepekan sudah bisa membayar retribusi IMB, sekarang belum tentu beres.
"Artinya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Gubernur untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Kemungkinan masalah ini tidak diketahui oleh Gubernur," ujar Badar.

Pemekaran Sudin P2B menjadi dua bagian yakni Sudin Pengawasan dan Penataan Bangunan serta Sudin Perijinan dan Penataan Bangunan, dituding menjadi salah satu penyebab kian panjangnya birokrasi. Karena, untuk mend…

Fauzi Bowo: Perketat Pengawasan Pembangunan

Oleh: Badar

Jakarta-Untuk mencegah penyalahgunaan peruntukan lahan yang kian memprihatinkan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta kepada seluruh walikota dan segenap jajarannya untuk memperketat pengawasan pembangunan yang ada di wilayah masing-masing. Sehingga, diharapkan pembangunan DKI Jakarta ke depan seluruhnya sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

“Misalnya, di satu wilayah hanya boleh dibangun 20 persen, maka harus konsekuen tidak boleh lebih dari ketentuan itu. Jadi pengawasan di wilayah harus ketat, dan harus mulai didorong hingga ke tingkat kelurahan maupun kecamatan. Aparat harus mau keliling, dan ada pembangunan di mana aparat harus tahu,” ujar Fauzi Bowo, sesuai membuka Musrenbang di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Senin (13/4).

Fauzi Bowo menjelaskan, sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta, wilayah Jakarta Selatan merupakan wilayah yang harus dijaga kualitas lingkungannya. Sebab, wilayah ini …

Parkir Liar di Jaksel Makin Marak

Oleh: Badar/Aris

Jakarta-Kurang intensifnya penerapan sanksi terhadap kendaraan yang parkir sembarangan membuat lokasi parkir liar di Jakarta Selatan makin marak. Akibatnya, di samping menyebabkan ketidaktertiban, juga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan yang digunakan sebagai lokasi parkir liar.

Salah satunya terlihat di Jl Simatupang atau tepat di depan Gedung Hijau Arkadia. Di ruas jalan itu, tak kurang belasan mobil taksi parkir di pinggir jalan setiap harinya. Pemandangan serupa juga terlihat di sepanjang Jl Barito I. Kendaraan pembeli hewan peliharaan dan buah di Lokbin Barito di parkir di pinggir jalan. Kemudian di sepanjang Jl Barito II. Di wilayah ini sebagian besar kendaraan para pelanggan sejumlah toko dan warung jajan. Hal serupa juga terlihat di Jl Mampang Raya atau tepatnya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Maraknya lokasi parkir liar ini, membuat sejumlah pengendara kendaraan yang setiap kali melintas di lokasi itu mengeluh.

Terlebih, hal ini sudah sejak la…

JORR-W2 di Jaksel Masih Tahap Invetarisasi Lahan

Oleh: Badar/Aris

Jakarta-Untuk mempercepat pembangunan proyek Jakarta Outer Ring Road West Two (JORR W2), Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan saat ini tengah menginventarisasi lahan yang dibutuhkan. Untuk Jakarta Selatan, pembangunan jalan lingkar luar Jakarta yang menghubungkan wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat itu akan melintasi empat kelurahan, yaitu Kelurahan Ulujami, Pesangrahan, Petukanganutara, dan Petukanganselatan.

Proses inventarisasi lahan di Kelurahan Ulujami dan Pesangrahan secara umum telah selesai, dan tinggal validasi data saja. Sedangkan, untuk Kelurahan Petukanganutara dan Petukanganselatan, proses inventarisasi baru berjalan sekitar 90 persen dari lahan yang dibutuhkan. Kendati demikian, seluruh proses inventarisasi lahan JOR W2 di Jakarta Selatan ini ditargetkan selesai pada pertengahan Mei mendatang.

“Untuk Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Pesangrahan inventarisasi telah selesai, dan setelah validasi data akan segera kita umumkan kepada masyarakat. U…

Puluhan Rumah Senilai Ratusan Miliar Terancam Dibongkar

Oleh:Badar/Aris

Jakarta-Total bangunan yang menyalahi aturan berjumlah ribuan. Puluhan rumah senilai ratusan miliaran rupiah itu terancam dibongkar karena menyalahi izin peruntukan. Umumnya rumah itu disulap menjadi lahan bisnis. Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) mencatat, sedikitnya ada 12 jenis usaha kegiatan seperti spa dan salon di rumah tersebut.

”Totalnya ada 28 rumah dan semuanya melanggar. Kami sudah memberikan pemberitahuan dan peringatan kepada mereka,” kata Kasudin P2B Pemkot Jakarta Selatan Widiyo Dwiyonokemarin.

Menurut Widiyo, jika dalam batas waktu pemberitahuan dan peringatan itu tidak digubris, pihaknya akan menyegel dan mencabut izin. Bahkan bila tidak dikembalikan pada fungsi semula, yakni rumah tinggal, terpaksa bangunan itu akan dibongkar.”Semua itu ada aturannya. Jika tidak diindahkan, kami akan bongkar paksa,”tegasnya.

Widiyo menyebutkan, secara umum jumlah bangunan rumah di Jakarta Selatan yang beralih fungsi sebanyak 1.690 unit dan tersebar di 10…

Banyak Kendaraan Dinas di Jaksel Disalahgunakan

Oleh:badar

Jakarta-Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mangara Pardede memerintahkan kepada seluruh aparat Pemko Adm.Jakarta Selatan yang memegang kendaraan dinas operasional untuk ikut apel kendaraan. Apel kendaraan dinas operasional ini dilakukan, mengingat banyak kendaraan dinas disalah gunakan tidak sebagaimana mestinya dan dibawa pindah tugas oleh pejabat lama, disamping guna diinventarisasinya jumlah serta kondisi kendaraan tersebut.
Apel kendaraan dinas yang sudah dimulai sejak tanggal 30 maret dan berakhir tanggal 6 April 2009, menurut Mangara Pardede, adanya dugaan kendaraan dinas milik Pemko Adm. Jakarta Selatan yang digunakan pejabat lama kendati sudah dipindah tugaskan ke wilayah lain. Selain itu, katanya, banyak kendaraan dinas yang di salahgunakan untuk kepentingan pribadi atau tidak sebagaimana mestinya.
Diakui Mangara P, banyak Lurah di wilayah Jakarta Selatan sengaja menutup identitas nama kendaraan dinas dan lokasi kelurahannya dengan la…

5 Kecamatan Jadi Pilot Project Pemanfaatan Tanaman

Oleh:badar/aris

Jakarta-Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam membudidayakan tanaman obat keluarga (toga) dan tanaman hias di lingkungan pemukiman penduduk, Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Selatan merangkul sejumlah pemuda di 5 kecamatan di Jakarta Selatan sebagai pilot project pembudidayaan tanaman unggulan.

Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Selatan Aswin Saragih kepada Wartawan mengungkapkan, lima kecamatan yang dijadikan pilot project saat ini adalah di RT 8/02, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak. RT 5/05 Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, RT 01/01 Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran. RT 04/01 Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, dan RT 01/03 Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru.

“Dari tiap-tiap kecamatan yang kita tunjuk selalnjutnya membentuk kelompok tani, baik dari kalangan pemuda maupun dari kalangan ibu rumah tangga. Minimal anggotanya 25 orang,” ujarnya Rabu (1/4).

Aswin menambahkan, selain menunjuk pilo…