Posts

Showing posts from January, 2010

Demonstran Datang, Sri Mulyani Kabur Saat Diskusi

JAKARTA-Gara-gara mendapat kabar akan ada demonstran yang dating, Menteri Keuangan Sri Mulyani Sabtu (30/1) langsung kabur meninggalkan acara diskusi di Restoran Warung Daun, Jakarta. Tampaknya, dia sengaja menghindari para demostran.

"Kami mau mengamankan Ibu karena melihat adanya indikasi aksi demonstrasi yang cenderung anarkis," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Harry Z Soeratin ketika dihubungi wartawan.

Menurutnya, keselamatan Sri ketika itu terancam. Apalagi jarak antara demonstran dengan pintu masuk restoran hanya 20 meter. "Ibu juga harus meninggalkan diskusi karena ada acara di Jakarta Selatan," katanya.

Namun demikian, Sri tetap ikut dalam diskusi tersebut melalui sambungan telepon.

"Ibu menghargai upaya-upaya akuntabilitas dan transparansi kinerja Departemen Keuangan dalam 100 hari," ujar Harry.

Sri Mulyani pada pukul 09.00 WIB mengikuti acara "Diskusi 100 Hari Bidang Ekonomi" yang diselenggarakan Radio Trijaya. Se…

Anggota DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan Bantah Berita Soal Penodongan

BEKASI- Nuryadi Darmawan (35), anggota DPRD kota Bekasi yang bertugas sebagai sekretaris komisi D, membantah telah menodongkan pistol kepada salah seorang pelayan Rumah makan,Warung Iboe kuliner yang terletak di kawasan jalan Raya Pondok Cikunir Jatibening, Bekasi Selatan beberapa hari lalu.

Menurutnya yang ia lakukan hanya komplain atas keterlambatan makanan yang dipesannya."Berita itu bohong. Tidak benar sama sekali serta imformasinya sepihak dan itu sangat menggangu juga merugikan saya,''kata Nung panggilan akrabnya sehari hari, pada saat melakukan jumpa Pers bersama puluhan Wartawan cetak dan elektronik Rabu lalu (27/1) di sebuah rumah makan yang berada di bilangan jln Kemakmuran Bekasi Selatan.

Dengan melakukan jumpa Pers, ia bertujuan ingin mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut dirinya telah menodongkan pistol ke pelayan Restoran karena lama melayani pesanannya.

Nuryadi menjelaskan, waktu itu ia datang bersama rombongan teman temannya satu partai, usai m…

Permainkan Vonis Narkoba, Jaksa Kosasih Terancam Dipecat

JAKARTA-Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negeri (Kasi-Datun) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kosasih SH, MH, terancam dipecat secara tidak hormat.

Tindakan tegas itu diterapkan setelah Tim Pengawasan Kejati DKI Jakarta, melakukan pemeriksaan atas dugaan ‘manipulasi’ vonis Benny Putra Wong (49) si pemilik psikotropika golongan dua berupa shabu-shabu seberat 0,592 gram.

“Benar, karena berdasarkan hasil pemeriksaan data-data yang kami lakukan terhadap dugaan manipulasi tersebut, ternyata tindak kesalahan yang dilakukan Kasi-Datun, Kosasih SH,MH, dalam menangani perkara narkoba Benny Putra Wong, sangat fatal,” kata Asisten Pengawasan Kejati DKI Jakarta, Demar Sihombing.

‘’Menurut analisa pemeriksaan kami, sesuai dengan bobot kesalahannya, jaksa tersebut bisa kena sanksi berat yaitu pemecatan secara tidak hormat. Namun tindakan itu bukan wewenang kami, tapi wewenang pihak Kejaksaan Agung,’’ jelas Demar.

Kenapa demikian, kata Demar, karena tim pengawasan Kejati DKI Jakarta tugasnya hanya …

Pemprov DKI Targetkan 448.000 M2 Tanah Selesai Disertifikasi Tahun 2014

Image
JAKARTA- Untuk melindungi hak warga Jakarta atas kepemilikan tanahnya, Pemprov DKI menargetkan 448.000 meter persegi atau sekitar 28 persen tanah di Jakarta yang belum memiliki sertifikat selesai disertifikasi pada tahun 2014. Hingga tahun 2010, sebanyak 1.152.000 meter persegi atau sekitar 78 persen tanah di Jakarta telah selesai disertifikasi.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, legislasi sertifikasi pertanahan bagi masyarakat ekonomi lemah lewat Program Nasional Pertanahan (Prona) dan program Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan hak tanah sesuai dengan undang-undang.

Untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DKI Jakarta mencanangkan kerjasama untuk mempercepat legalisasi aset pemerintah dan masyarakat. Saat ini hingga awal tahun 2010, baru 72 persen atau sekitar 1.152.000 meter persegi tanah yang telah memiliki sertifikat. Sisanya, sebanyak 28 persen atau 448.000 meter persegi tanah…
Image
Masih ingat gempa tektonik berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di Tasikmalaya pada 2 September 2009 lalu ? Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi beserta jajarannya, dibantu Komunitas Sepeda ontel (OJS) dan para pengusaha, baru-baru ini, memberikan bantuan langsung kepada korban gempa itu, ke Wilayah Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya. Bantuan berupa pembangunan sebuah masjid Al Ikhlas yang terletak di desa Jayapura Kecamatan Cigalontang. Masjid ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp 300 juta. Selain itu, Walikota juga menyerahkan bantuan untuk pembangunan sekolah Madrasah Tsanawiyah di kecamatan Cipedes sebesar Rp 10 juta dan rencanaya Walikota juga akan menyerahkan bantuan Ke Masjid Jami Al ikhlas yang berada di kecamatan Cibodas.

Pemkot Jaksel Mulai Tertibkan Penyalahgunaan Formalin

JAKARTA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan segera melakukan penertiban penyalahgunaan formalin. Ini memandai menandai diawalinya gerakan nasional penyalahgunaan formalin terhadap pengusaha tahu. Penertiban itu akan dimulai pada bulan ini juga.

"Ini sebagai langkah awal gerakan nasional penertiban pengusaha tahu, dan kami berharap selanjutnya diikuti daerah-daerah lain yang di daerahnya masih terdapat pengusaha tahu," jelas Ketua Umum Forum Peduli Kesehatan Masyarakat (FPKM) Basuni Suryanata Negara, Senin (10/1).

FPKM merupakan Lembaga Penelitian, Pengambangan dan Penerapan Sistem Pengolahan Pangan Bermutu menyikapi maraknya penggunaan tahun dengan menggunakan bahan formalin di wilayah Jakarta Selatan.

Diakuinya, 40 persen masyarakat setiap harinya mengonsumsi tahu. Sayangnya, 97 persen dari 455 unit produsen tahu di wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta Selatan, masih menggunakan formalin sebagai pengawet. Berdasarkan itu, terjadi penurunan tingkat kesehatan masyarakat…

PKL Masih Marak di Kawasan Wisata Ragunan

JAKARTA-Meski telah beberapa kali ditertibkan, namun keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) masih saja marak di sekitar kawasan wisata Ragunan, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Selain terkesan semrawut, keberadaan PKL tersebut juga mengganggu kenyamanan para pengunjung di kawasan tersebut.Terlihat sedikitnya 50 PKL dengan leluasa menempati sepanjang Jalan GOR Ragunan untuk melakukan aktivitas berjualan. Selain terkesan semrawut, dan kerap kali menimbulkan kemacetan, aktivitas para para PKL itu juga menghasilkan sampah dan mengotori kawasan sekitar Ragunan. "Kawasan ini menjadi kumuh, dan setiap hari terutama jam sibuk selalu macet," kata Setiawan (35), warga sekitar. Apalagi, sambung dia, ruas jalan yang digunakan para PKL tersebut merupakan akses menuju GOR Ragunan yang notabene sering dilalui oleh para pejabat baik Pemprov DKI Jakarta maupun Pemkot Jakarta Selatan. "Kalau memang Walikota Jaksel memiliki komitmen tinggi memerangi PKL, kenapa tidak segera ditertibkan. Ap…

SBY Perlu Waspada, Ribuan Mahasiswa Ancam Kepung Istana

Image
Oleh : Aris Kuncoro

Tampaknya Presiden Susilo Bambang Yudhyono mesti makin waspada. Dampak, dari kasus Bank Century tidak bisa dipandang sebelah mata. Kasus itu, kini seperti seperti bola salju yang terus mengglinding, dan ujung-ujungnya jika SBY tidak bisa segera meyakinkan rakyat bahwa dirinya dan atau kelompoknya benar-benar tidak terlibat dalam kasus Bank Century, maka tidak kemungkinan kekuasaannya akan tergelincir.

Apalagi, kemarin malam (Minggu, 10 Januari 2010), Aliansi Mahasiswa dari 30 kampus di Jakarta dan sekitarnya juga telah mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut SBY mundur.

Mereka menganggap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah gagal memenuhi janjinya dalam menjalankan program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka

"Kami akan mengerahkan sepuluh ribu orang untuk melakukan unjuk rasa menuntut SBY mundur," kata juru bicara koalisi mahasiswa, Anton Cornelo dalam jumpa pers di Kampus STMIK Jayakarta Salemba, Jakarta.

Aksi it…

Syahrul Effendi : PNS Yang Abaikan Kebersihan Lingkungan Akan Ditindak

JAKARTA-Walikota Jakarta Selatan,Syahrul Effendi, meminta kepada seluruh jajarannya untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan kerjanya masing-masing. Bahkan jika hal itu diabaikan, maka sanksi tegas akan menanti pegawai yang bersangkutan. “Kami akan kenakan sanksi tegas kepada PNS di lingkungan Pemkot Jaksel yang mengabaikan masalah kebersihan,’’tandas Syahrul, kemarin.

Selama ini pihaknya selalu berupaya menekankan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya.Jika aparatur pemerintah sendiri yang justru mengabaikan masalah kebersihan. ‘’Tentu saja bagi saya ini persoalan yang sangat memalukan,”kata Syahrul lagi.

Karena itu, lanjut Syahrul, seorang PNS memiliki dan telah dibekali pemahaman aturan-aturan baku mengenai perlunya menjaga kebersihan, kenyamanan serta keasriaan lingkungan. Jika mereka (PNS-red) tidak sanggup melaksanakannya, mestinya yang bersangkutan harus malu terhadap masyarakat.

“Mulai saat ini, seluruh unit kerja wajib menjaga kebersihan lingkungannya,” …

Antisipasi Banjir, Jaksel Siagakan 2.500 Sukarelawan

Image
JAKARTA-Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan pada bulan Januari hingga Februari 2010, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan kini siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana banjir. Suku Dinas Sosial setempat telah menyiagakan 2.500 tenaga sukarela yang disebar di 10 kecamatan.

Tenaga sukarela ini bertugas membantu dan meminimalisir adanya korban banjir, terutama di daerah rawan banjir. “Sebanyak 2.500 orang tenaga sukarela itu akan disiagakan untuk membantu dan mengantisipasi adanya korban banjir," kata Effendi M Guntur, Kepala Sudin Sosial Jakarta Selatan, kemarin.


Pengerahan tenaga sukarela ini, kata Guntur, untuk mengantisipasi keterbatasan jumlah personil dalam mengevakuasi korban banjir. Berdasarkan pengalaman saat bencana banjir tahun lalu, pihaknya menemui kendala untuk mengevakuasi korban banjir.

“Hal ini terjadi saat bencana banjir melanda Jakarta Selatan tahun lalu. Ketika dibutuhkan, kami kekurangan tenaga sukarelawan untuk melaku…