Harga Kain Naik, Pengrajin Batik Lasem Resah

REMBANG-Panen raya kapas dunia saat ini mendatangkan keresahan tesendiri bagi sektor industri berbahan baku kain. Pasalnya pengusaha tekstil dari negeri China memborong hasil panen, diindikasikan akan terjadi monopoli kain.

Salah satu usaha yang terancam apabila benar-benar terjadi monopoli kain yakni pengrajin batik Lasem. Pasalnya saat ini stok kain katun yang dijadikan bahan batik di pasaran sudah merambat naik, akibat stok mulai berkurang.

Santoso pelaku usaha batik yang juga ketua koperasi pengrajin batik Lasem di kediaman sekaligus show room kawasan desa Karangturi kecamatan Lasem menginformasikan, akhir bulan ini harga kain katun yang digunakan sebagai bahan baku batik berkelas, naik antara 10-15%. Jenis prima semula per yard atau 90 centimeter seharga Rp 5.400 naik menjadi Rp Rp 6.400, jenis primis dari Rp 8.750 menjadi Rp 9.250 dan terbagus jenis kereta kencana dari Rp 14.864 menjadi Rp 16.486.

Menurut Santoso, saat ini pengrajin hanya menyelesaikan order yang diterima, tidak berani memproduksi di luar pesanan. Seperti halnya yang dilakukannya, karena terkendala kenaikan bahan baku.

Lebih lanjut disampaikan Santoso, untuk sementara pengrajin bathik lasem kelas bawah akan diberi limpahan order dari rekan pengusaha bathik kelas atas. Sistem kemitraan tersebut dilakukan agar usaha mereka tetap bertahan.

Santoso menambahkan, dari relasi pemasok kain katun diperoleh keterangan stok masih cukup hingga akhir tahun. Namun diperkirakan harga terus merambat naik, hingga semua habis terjual.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Drs Waluyo melalui Kepala Bidang Perindustrian Drs Sudirman di ruang kerjanya pagi tadi saat dikonfirmasi tentang kenaikan harga bahan baku batik menyebutkan, pihaknya akan menghubungi beberapa perusahaan tekstil di Solo yang selama ini memasok kebutuhan pengrajin batik di Rembang. Akan dicek, ketersediaan stok kain katun masih cukup hingga waktu berapa lama.

Menurut Sudirman, setelah diperoleh keterangan pasti terkait kecukupan bahan baku, hal tersebut akan dilaporkan ke pimpinannya, Untuk dirumuskan upaya yang akan dilakukan apabila memang diketahui terjadi kelangkaan bahan baku.

Ditambahkan, pemkab tentu akan melakukan langkah antisipatif untuk mengatasi kejadian ini, diupayakan agar tidak berhenti produksi.  Karena batik Lasem merupakan salah satu komoditas unggulan yang membuat nama Kabupaten Rembang dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. (hasan/wartamerdeka.com)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur