Presiden SBY Jalan Kaki Tinjau Lokasi Banjir


Presiden SBY tengah berdialog dengan warga korban banjir di Wasior.

WASIOR- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengunjungi lokasi banjir bandang Wasior, Kamis  (14/10). SBY bersama rombongan tiba di dermaga Kuri Pasai Wasior, sekitar pukul 05.40 waktu Wondama menggunakan kapal perang KRI Sultan Hasanudin dan KRI Fatahillah. Pukul 08.00, SBY dan ibu Negara turun ke darat dan bergerak menuju posko induk tanggap darurat di bandara Wasior.

Selain ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono,  SBY membawa rombongan yang cukup besar diantaranya ada tujuh mentri Kabinet Indonesia bersatu Jilid II, Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri dan sejumlah perwira tinggi Mabes TNI AD, AL dan Polri.

Dalam rombongan VVIP, juga ikut gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi dan gubernur Papua, Barnabas Suebu. Demikian laporan wartawan wartamerdeka.com, Rais Rasyid dari Wasior, Kamis (14/10/2010).

Sekitar 20 menit mendengar penjelasan bupati Drs. Alberth H. Torey, MM tentang berbagai upaya yang dilakukan dalam masa tanggap darurat, kepala Negara selanjutnya bertatap muka dengan ratusan korban banjir yang telah menunggu di samping Posko.

Kepada para korban, kepala negara berpesan agar tetap sabar menghadapi cobaan berat tersebut sembari berdoa memohon perlindungan dari Tuhan.

 “Ini musibah, ini bencana alam yang terjadi di hampir semua negara karena ada perubahan iklim. Ke depan, saya berharap saudara-saudara harus lebih bersiap diri untuk menghadapi bencana seperti itu, “pesan SBY.

Presiden bersama rombongan kemudian bertolak meninjau Sanduai, salah satu daerah terparah akibat hantaman banjir bandang. Meskipun jaraknya lumayan jauh, sekitar 2 Km, SBY memilih berjalan kaki agar lebih leluasa melihat kerusakan yang ditimbulkan banjir dashyat, 4 Oktober lalu.

Kepala negara sempat beberapa kali menghampiri batangan kayu yang cukup besar yang banyak bergeletakan di kawasan itu. Ia terlihat terheran-heran menyaksikan kayu besar dan panjang bisa hanyut lengkap dengan akar-akarnya.

Masih dengan berjalan kaki, SBY kemudian mendatangi sebuah lokasi yang dipenuhi batu-batu berukuran raksasa di sebelah atas kawasan Sanduai. Di sini, presiden kembali terheran-heran melihat tumpukan  batu-batu berbagai ukuran yang mememuhi areal seluas kurang lebih 500 meter persegi.

Presiden dan ibu negara bahkan membawa pulang dua buah batu berukuran sedang sebagai kenang-kenangan dari lokasi tersebut.

Kendati ditengah terik matahari, SBY memutuskan melakukan konferensi pers di lokasi ini dengan mengambil latar hutan perawan gunung Wondiboy. Selanjutnya presiden dan rombongan sejenak meninjau kawasan pasar Sanduai, sebelum naik kembali ke mobil Indonesia Satu menuju dermaga Wasior.

Pukul 11.10,  KRI Sultan Hasanuddin yang membawa rombongan presiden lepas sauh menuju Manokwari. (Rais)

Comments

selamat siang, tolong donk cari tau kenapa ampe sekarang bupati terpilih teluk wondama papua barat alberth h torey belon juga dilantik ? padahal sk sudah ditandatangani mendagri pada 21 oktober 2010 ? bagaimana proses pemulihan wasior bila belon ada bupati defenitif ? siapa yang akan bertanggungjawab atas dana bencana ? salam.
selamat siang, mohon bantuan liputan untuk sidang korupsi di pengadilan negeri jakarta pusat pada senin 22 november 2010 dengan terdakwa kartiko purnomo dan herie saksono.
warta merdeka said…
Terima kasih pak atas undangannya untuk peliputan kasus korupsi. Untuk masalah bupati teluk wondama, mudah-mudahan bisa segera kita dapat informasinya, pak.

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur