Tanaman Cabe di Ngawen Diserang Hama Patek

BLORA- Beginilah nasib para petani selalu terombang-ambing oleh beberapa hasil panen garapan pertaniannya. Salah satunya warga di desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora di musim ini hasil pertanianya berupa cabe rusak berat karena diserang hama patek yaitu hama dari jenis penyakit jamur karena berkaitan dengan cuaca yang ekstrim dan tidak menentu sekarang ini

Zaini petani cabe waktu dikonfirmasi  memaparkan bahwa hasil penanaman cabenya dimulai pada bulan Juli 2010 lalu. “Dalam pemeliharaan cabe tersebut saya memperkerjakan lima orang,  sebagai tenaga pemupukan maupun sebagai pengairan dan sebagainya, hal ini saya lakukan untuk meringankan beban saya, jadi sudah empat bulan ini saya memelihara cabe terhitung bulan Juli sampai Oktober,”katanya.

Di panen pertama akhir bulan Agustus atau akhir pertengahan bulan puasa Ramadhan hasil panen lumayan baik tidak ada hama. Dirinya bisa memanen cabe sampai sepuluh kali dengan harga yang bervariasai dan sering mengalami fluktuasi. Kadang murah dan kadang mal. Menginjak lebaran H- 2 harga sangat mahal dengan harga perkilonya sampai lima belas ribu rupiah, hal ini terjadi karena permintaan banyak. Namun, pada bulan Okrober ini dia tidak bisa  panen lagi, karena tanaman cabe rusak berat diserang hama patek.

Pengamat hama dan Penyakit (PHP) untuk wilayah kecamatan  Ngawen, Saeroji  ketika dikonfirmasi terkait penyakit ini memaparkan bahwa penyakit jenis ini adalah penyakit yang amat mematikan, pasalnya kalau salah satu cabe terkena penyakit patek atau jamur ini cabe yang lain pun akan kena juga, ciri-ciri hama ini adalah ujung cabe mulai kering dan layu beraksi setiap malam dua hingga empat cm.

Dia juga menambahkan hama ini terjadi karena cuaca yang tidak menentu kadang hujan dan kadang panas, tapi indikasi yang terjadi adalah dikarenakan curah hujan makin tinggi
Karena jamur tumbuhnya di musim hujan, jadinya dia menghimbau dan berharap para petani untuk mewaspadai penyakit ini dan sering memantau perkembangan cabe serta rutin untuk mencegah bila tejadi gejala-gejala yang akan timbal penyakit, (Mudi)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur