Drs. H. Syafruddin Jaluma, SE, MM Ditunjuk Sebagai Pjs Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Bekasi


BEKASI-Drs. H. Syafruddin Jaluma, SE, MM Dewan Pimpinan Pusat  Partai Gerakan Indonesia Raya (DPP Gerindra) sebagai Pjs Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Bekasi.

Penunjukan ini sesuai SK Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nomor: 10-0280/Kpts/DPP-GERINDRA/2010 tentang Pejabat Sementara Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat tanggal 29 Oktober 2010..

Dalam SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc, Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani dan Ketua  Dewan Pembina Prabowo Subianto Djojohadikusumo disebutkan bahwa alas an pergantian DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi ini adalah demi kelancaran jalannya organisasi.

SK tersebut menegaskan mencabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi Surat Keputusan DPP Partai Gerindra Nomor: 10-1461/Kpts/DPP-GERINDRA/2009 tanggal 19 Oktober 2009 tentang Susunan Personalia Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Bekasi..

Sesuai SK ini, Drs. H. Syafruddin Jaluma, SE, MM yang ditunjuk sebagai Pjs Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi diberi waktu 90 hari untuk menyusun pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi sebanyak-banyaknya 17 orang dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen. Yoto/Aris

Comments

yudhistiro said…
KEPRIHATINAN
PERGANTIAN
DPC GERINDRA KAB. BEKASI

Pergantian pengurus DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, menurut kami makin mengukuhkan bahwa partai gerindra belum memiliki pola yang jelas dalam membangun struktur partai yang baik,. Sebagai simpatisan, pantas kami bingung. Baru seumur jagung partai ini berdiri, sekitar akhir tahun 2008, tercatat telah 5 kali DPP Gerindra mengeluarkan SK Pemecatan untuk struktur DPC Kabupaten Bekasi. Sebuah catatan yang menakutkan bagi dinamisasi roda organisasi partai. Tidak adanya kepastian hukum membuat jabatan yang diemban ibarat bola api. DPP kapan saja bisa mencabut dan mengangkat kepengursan baru hanya karena suka dan tidak suka. Meskipun itu merupakan otoritas, akan tetapi pergantian tersebut pasti akan menorehkan luka bagi pengurus lama yang telah berjuang dan kemudian tanpa pemberitahuan sebelumnya tiba-tiba diganti. Psikologi ini pada akhirnya kami yakini akan berimbas pada rasa simpati terhadap perjuangan Gerindra ke depan.

Menyoal pergantian 29 Oktober yang diberitakan media, kami patut prihatin. Pergantian ternyata dilakukan tanpa pemberitahuan kepada ketua DPC lama yang saat ini tergolek sakit. Perjuangannya selama 1 tahun dengan mencurahkan tenaga, uang dan fikirannya ternyata justru tidak diberikan penghargaan yang layak bahkan berujung pemecatan. Kami merasa sangat trenyuh, DPP Gerindra memecat Ketua DPC Hanya Karena Sakit, tanpa pernah menengok, membesuk atau berempati. Rupanya, DPP hanya butuh pada saat dia sehat, bisa berkorban, bisa ikut membesarkan Gerindra. Bahkan menurut beberapa informasi dari pengurus, DPD Gerindra Jabar juga tidak mengetahui proses pergantian tersebut. Ironi memang. Partai sebesar Gerindra sepertinya belum kunjung menemukan etika dan mekanisme pemecatan yang baku dan diterima semua pihak.

Kedepan, Ketua PJS yang sebelumnya adalah pengurus Partai Matahari Bangsa, dan Calon Sekretaris yang sebelumnya adalah pengurus Partai Golkar yang kalah dalam Musda beberapa waktu lalu, tentu akan membawa gerbongnya masuk ke dalam partai gerindra. Semoga kekhawatiran kami tidak terbukti, dan semoga masuknya orang-orang ini tidak justru membuat gerindra tambah runyam dikemudian hari. (simpatisan Gerindra)
warta merdeka said…
Terima kasih pak atas tanggapannya...

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur