Kasus Sumiati Belum Selesai, Muncul Lagi Kasus Pembunuhan TKI di Arab Saudi

JAKARTA - Belum juga selesai kasus Sumiati, penganiayaan TKI di Arab Saudi kembali terjadi. Kikim Kolamasari, TKI asal Cianjur, Jawa Barat, tidak hanya dianiaya, tapi dibunuh 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha oleh majikannya di Kota Abha. Informasi tersebut disampaikan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan lewat rilisnya, Kamis (18/11/2010).

Informasi awal soal tewasnya Kikim ini disampaikan salah satu relawan Pospertki PDI Perjuangan yang berada di kota Abha. Dalam laporannya kepada pimpinan Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan, Kikim Kolamasari dibunuh oleh majikannya dengan cara digorok lehernya. Jenazah Kikim ditemukan 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha di sebuah tong sampah umum. 

Relawan itu juga melaporkan, sebelum dibunuh, Kikim diketahui sering dianiaya hingga diperkosa. Saat ini jenazah Kikim sudah diamankan kepolisian setempat, begitu pula majikan wanita dan laki laki.

Ketua Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan Sharief Rachmat mengaku langsung menghubungi Konjen RI Jeddah Zakaria sesaat mendengar laporan tersebut.
Dalam komunikasi keduanya, Konjen RI Jeddah membenarkan informasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut.

Sharief juga memerintahkan para relawan untuk terus memonitor dan mencari tahu data lengkap
Kikim Kolamasari.

"Ini kasus sudah dari kemarin-kemarin. Berarti, kenapa pemerintah kita selalu lambat bergerak. Apabila terus-terusan begini, hancurlah sudah nasib TKI. Semua elemen baik dari orpol, ormas, dan lain-lain harus duduk bersama dengan Perwakilan RI Arab Saudi," kata Sharief.

"Kita perlu menanyakan apa kendala sebenarnya sampai-sampai pemerintahan kita sangat lemah sekali dan selalu terlambat. Dan DPR RI selaku wakil rakyat perlu menanyakan hal ini pula terhadap Pemerintah RI," tegas Sharief.

KBRI PASTIKAN MAJIKAN KIKIM DITAHAN -  Sementara itu Duta Besar RI untuk Saudi Arabia, Gatot Abdullah Mansyur, menjamin pelaku pembunuhan terhadap Kikim Komalasari tak akan diloloskan.
Oleh karena itu, Kedutaan Besar RI untuk Aran Saudi sudah mengirimkan stafnya ke Kota Abha, yang berjarak 750 kilometer dari Jeddah.
"Kita sudah utus dua diplomat datang ke Abha untuk mendalami kasus tersebut," kata Gatot, Jumat (19/11/2010).
Menurut Gatot, siang ini kedua staf kedutaan tersebut sudah sampai di lokasi dan akan memberikan laporan kepada kedutaaan RI di Saudi.
"Memang hari Jumat di Saudi itu libur, tapi pasti ada polisi yang piket di sana," tegas Gatot. ar

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur