Manfaatkan Libur Melaut Saat Bulan Purnama, Nelayan Kecamatan Sarang Berlatih Pathol


REMBANG-Kondisi laut pasang saat bulan purnama yang kurang bersahabat bagi para nelayan, membuat mereka memutuskan libur melaut.  Hal itu pulalah yang membuat seni tradisional pathol menjadi lestari, pasalnya nelayan yang bermukim di desa sepanjang pesisir timur kabupaten Rembang, khususnya di Kecamatan Sarang berlatih gulat versi orang Jawa tersebut.  

Tokoh masyarakat kecamatan Sarang sekaligus sesepuh seni pathol, H Masrukhin warga desa Karangmangu menuturkan, meski pathol pada dasarnya bukan asli dari Kabupaten Rembang, namun masih lestari karena selalu diuri-uri oleh para nelayan di kecamatan Sarang.

"Setiap kali libur melaut sewaktu bulan purnama, mereka berlatih mengembangkan dan memperdalam ilmu pathol yang dimiliki. Baik mereka tingkat pemula maupun para jawaranya," tuturnya.

Menurut H Masrukhin, sebenarnya dalam pathol terbagi dua elemen, yakni seni pernafasan dan olah tekhnik. Oleh karena itu untuk mengembalikan pathol pada patronnya, dia selalu mengingatkan agar dua bagian ilmu tersebut terus diasah dan dikembangkan secara bersamaan. 

"Untuk itu saya tak segan-segan berkeliling memberikan latihan dan berbagi ilmu pathol kepada para nelayan yang berlatih," ungkapnya.

Lebih ekstrim lagi dia bahkan berani membuat aturan tak tertulis bila pathol harus diadakan jika setiap kampung nelayan menggelar sedekah laut dan untuk itu dia siap membiayaai kegiatan tersebut. Karena bagi peserta yang tampil dalam lomba pathol diberikan uang lelah sebagai bentuk penghargaan. 

"Pemenang diberi uang lima pukluh ribu rupiah sedangkan yang kalah memperoleh dua puluh lima ribu rupiah," terangnya.     

Sekarang menjadi kebiasaan bahkan keharusan di kecamatan Sarang, apabila satu desa merayakan sedekah laut maka acara intinya yakni seni tradisional pathol. Siapa saja boleh ikut berpartsipasi, tidak harus warga desa setempat dan setiap kali dilombakan, pathol selalu menjadi primadona tontonan warga.  

Sebagai upaya pelestarian lain seni tradisional pathol yang sekarang menjadi ciri khas Rembang, Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang bahkan memasukkannya sebagai mata pelajaran di tingkat jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Sebagai muatan lokal yang diajarkan di SD se-kecamatan Sarang dan Kragan.(hasan)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur