Setelah Gunakan Pola Mekanik, Produktivitas Pengrajin batik lasem Meningkat Lebih dari 60%

REMBANG-Sejak pengrajin batik Lasem yang tergabung dalam Kelompok Usaha bersama (KUBE) Batik Pantura menggunakan alat cetak pola mekanik/scaner, produktifitas per bulan naik sangat siginfikan. Tentu saja hal ini mereka syukuri, karena mampu memenuhi pesanan yang terus membanjir pasca lebaran kemarin.  

M Rifai warga RT 2-RW 1 desa Pohlandak kecamatan Pancur, pemilik CV Gunung Bugel Batik Art sekaligus ketua KUBE Batik Pantura saat ditemui di tempat usaha sekaligus kediamannya menjelaskan, sejak 20 anggota KUBE Batik Pantura membuat pola dengan alat scaner, kapasitas produksi meningkat lebih dari 60%.
”Motif besar yang dicetak menggunakan alat scanner antara lain sekar jagad, lung-lungan dan gentoro-gentiri, parangan dan tiga negeri yang menjadi ciri khas batik Lasem,” kelasnya..

Menurut dia, para anggota KUBE Pantura tadinya per bulan memproduksi 300 potong, namun sekarang rata-rata naik mencapai 500 potong. Daerah pemasaran meliputi Jakarta Medan, Jogyakarata, Surabaya dan Bali. Harga kain batik Lasem kombinasi dibanderol antara 90 ribu rupiah.  ”Rata-rata anggota KUBE Batik Pantura mendapat pesanan sebanyak 200 lembar,” terangnya.  

Terpisah, Kepala Bidang Perindustrian Drs Sudirman saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, pengertian bathik kombinasi yakni memproduksi bathik lasem dengan dua metode.  ”Untuk pola-pola besar dan kecil yang rumit, dikerjakan menggunakan alat scaner atau dicetak, sedangkan finishing tetap memakai cara tulis tangan,” cetusnya.   

Menurut dia, dari pendataan hasil produksi bathik lasem sejak KUBE batik pantura mengoperasionalkan alat scaner, diketahui ada peningkatan. Semula per bulan total diproduksi sejumlah 1.438 potong naik sekitar 30% menjadi sebanyak 1.867 potong. ”Jelas scaner menguntungkan pengrajin batik anggota KUBE,” tandasnya.

Ditambahkan, untuk batik tulis tangan yang biasa dipasarkan serharga antara 200 ribu hingga juta-an rupiah tak akan terpengaruh, karena sudah memilki segmen pasar tersendiri.  ”Sedangkan bathik kombinasi dipasarkan di bawah 100 ribu rupiah agar terjangkau oleh masyarakat,” imbuhnya. (hasan)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur