182 Siswa SD dan SMP Di Rembang Ikut Lomba Membatik

REMBANG-Dinas Perindustrian Perdangangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( Dinperindakop dan UMKM) Kabupaten Rembang, hari Selasa mengelar lomba batik tingkat pelajar SD dan SMP se Kabupaten Rembang, dengan tema kenali dan cintai budaya negeri sendiri. Peserta lomba batik tulis lasem adalah perwakilan dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Rembang yang telah melaksanakan mata pelajaran muatan lokal membatik sebanyak 182 Siswa. Terdiri peserta SD sebanyak 26 sekolah dan SMP sebanyak 16 sekolah, tiap sekolah mengirim 5 siswa,.


Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Rembang Waloyo dalam sambutannya mengatakan, lomba membatik yang di ikuti para siswa SD maupun SMP merupakan upaya dari dinasnya dalam melestarikan batik sebagai budaya warisan leluhur yang bernilai dan memiliki cita rasa tinggi.

"Tujuannya meningkatkan dan memberikan kesadaran rasa memiliki dan mencintai terhadap karya tradisional budaya bangsa, sehingga melahirkan rasa nasionalisme untuk memakai batik produk kebanggaan dalam negeri," sebutnya.

Menurut dia, adapun sasaran yang ingin dicapai yakni menciptakan peluang usaha dan wirausaha baru, sehingga membantu pemerintah dalam mengatasi keterbatasan penyediaan lapangan kerja dan ikut serta dalam pembinaan generasi muda agar tetap mencintai batik sebagai warisan leluhur yang harus di lestarikan keberadaannya.

"Karena batik telah diakui oleh UNSECO sebagai budaya dunia maka generasi muda khususnya yang tinggal di Rembang harus aktif yang harus melestarikan keberadaannya, terutama untuk motif-motif batik Lasem," cetusnya. 

Ia tambahkan, dengan adanya lomba membatik diharapkan memberikan motivasi kepada generasi muda, sehingga dapat menjadi soko guru perkembangan dan kelangsungan kelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa, khususnya batik tulis Lasem. "Lomba rutin diadakan setahun sekali, namun tidak menutup kemungkinan dinas/instansi lain juga akan mengagendakan lomba serupa untuk melestarikan batik Lasem," imbuhnya.

Terpisah, Sudirman ketua panitia kegiatan lomba membatik yang juga Kabid Perindustrian Dinperindagkop dan UMKM Rembang menerangkan, kali ini motif utama di kain yang disediakan panitia yakni Burung Hong yang dalam peradaban China merupakan lambang keberuntungan. "Peserta tinggal meberi isian sesuai daya kreatifitas masing-masing," sebutnya.

Aapun penilaian oleh tim juri terang dia meliputi tiga unsur, yaitu kerapian, keserasian dan keharmonisan warna. "Adakalanya kreasi sudah bagus tetapi slah memilih warna sehingga mengurangi nilai estetika karya yang sudah susah payah dikerjakan. Oleh karena itu tiga unsur penialian tadi harus saling melekat," imbuhnya.  (Hasan

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur