Tuesday, December 07, 2010

Aziz Berharap Pemeritah Dan DPRD Rembang Membantu Penderitaannya

REMBANG-Abdul Aziz  bin Sodik (23 th) warga sawahan Desa Sidorejo RT 1/RW1 Kec.Sedan, Kab. Rembang semenjak mengalami musibah empat  bulan lalu tepatnya pada 4 Agustus 2010  kini hanya bisa pasrah karena Aziz kini hanya  tergolek lemas di tempat tidur.    Musibah yang menimpa Aziz  yang berpropfesi sebagai tukang batu berawal ketika mendapatkan pekerjaan dari seorang teman untuk memasang kerpus di tempat yang tingginya diperkirakan 12 meter. Saat itu ia tersengat  kabel listrik tegangan tinggi dan terjatuh dari atas sehingga mengalami luka bakar yang serius serta  patah tulang belakang

Semenjak kejadian itu hingga sekarang Aziz hanya tergolek lemas dan lumpuh diatas tempat tidur  ,kini biaya untuk menghidupi Istrinya dan biaya berobat setiap minggunya  bergantung kepada Mertua  dan sanak saudara suaminya.

Ariyanti (19 th) istri Abdul Aziz yang sedang hamil 8 bulan menuturkan dirinya hanya bisa pasrah kepada Tuhan yang Maha Esa ,Dan dirinya tak tau harus  berusaha kemana  lagi Ariyanti menambahkan untuk biaya hidup sehari-hari Suami dan dirinya ditopang oleh Mertua yang bermata pencaharian sebagai penjual krupuk ,tak hanya itu dalam setiap minggu mertuanya harus mengeluarkan Rp.200.000 untuk biaya dokter dan obat dan selang untuk buang air besar dan kecil  ,sebetulnya Ariyanti merasa kasihan beban mertuanya namun mau bagaimana lagi.


Ariyanti menambahkan dalam setiap harinya ia tak bisa keluar  rumah  unuk mencari usaha karena merawat Suami dari mulai memandikan memnyuapi hingga mengganti pakaian.

Apalagi kini bagian tubuh suaminya dari mulai kepala kaki dan pantat lukanya membusuk dan lebar sehingga Ariyanti secara teratur harus membersihkan, karena mengeluarkan bau yang tak sedap.

Menurut dokter, suaminya mengalami Discubitus. Ariayanti yang dalam waktu dekat akan melahirkan anak pertamanya mengaku sangat kebingungan harus  mencari biaya dari mana.

Aziz yang tak memiliki kartu jamkesmas hanya mampu berobat di RSUD Soetrasno dengan program JKRS saja, sedang Ariyanti sendiri sebetulnya ingin membawa suaminya ke Solo  guna memeriksakan tulang belakang suaminya sesuai saran Dokter. Namun ia tak memiliki biaya dan kartu jamkesmas.

Aziz dan istrinya sambil meneteskan air mata  berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah melalui Bupati  bisa membantu untuk meringankan beban penderitaannya. Aziz mengaku uang  santunan 10 Juta pemberian pemilik bangunan dimana  ia bekerja dan terkena musibah   sudah habis semenjak 2 bulan lalu.  (Hasan)

No comments: