Warga Desa Terjan, Rembang Manfaatkan Kotoran Hewan Untuk Bio Gas

Keterangan Foto: Warga Desa Terjan, Kabupaten Rembang tengah memasak menggunakan kompor biogas 

REMBANG-Hampir lima bulan lamanya Suwarno (51 tahun) warga RT 2 - RW 1 desa Terjan kecamatan Kragan, menggunakan kompor bio gas hasil rekaan sendiri. Kompor gas karya lelaki paruh baya itu memanfaatkan limbah kotoran hewan sebagai sumber daya gas untuk perapian.

Adapun kompor gas berikut instalasinya merupakan bantuan dari Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, untuk uji coba  tehnologi tepat guna bagi warga desa.

Ditemui di kediamannya kemarin, Suwarno menjelaskan, pengoperasian kompor gas hasil tehnologi tepat guna berbahan baku limbah kotoran hewan sangat mudah didapat. Bahan baku bio gas dari proses perendaman kotoran sapi maupun kerbau sebanyak 6 ember atau setara dengan 6 kubik lalu di campur dengan air.

Kemudian dimasukkan dalam intalasi yang telah di sediakan. ada 3 instalasi yang harus di persiapkan yakni 1 untuk memasukkan bahan baku berupa kotoran hewan, ke-2 untuk produksi gas dan instalasi ke-3 di peruntukan bagi pembuangan kotoran hewan yang telah di ambil gasnya. "Bila ke tiga unsur sudah terpenuhi, kompor gas bisa di operasikan. Hasil bio gas dari 6 kubik kotoran hewan setara 4 kilogram gas," ungkanya.

Ia sampaikan, banyak keuntungan yang bisa diambil dari adanya kompor gas berbahan baku limbah kotoran hewan, diantaranya tidak usah membeli LPG, meningkatkan kebersihan lingkungan. "Bio gas tidak kalah dengan elpiji yang beredar di pasaran," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Terjan Abdul Hadi mengatakan, 80% warga desa Terjan tercatat mempuyai ternak sapi, sehingga ke depan cocok bila tehnologi kompor bio gas berbahan baku dari kotoran hewan di kembangkan di desanya. "Lebih mudah mendapatkan kotoran hewan sebagi bahan baku gas dari pada mencari kayu bakar," sebutnya.

Jejak Suwarno beralih ke bahan bakar alternatif bio gas, banyak menarik minat para tetangga. Akan tetapi  warga terbentu tekhnologi yang belum dikuasai. Warga juga berharap bantuan instalasi bisa digulirkan kembali dari Kantor Lingkungan Hidup setempat.(Hasan)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur