Warga Mandi Lumpur Di Jalur Pantura Rembang -Tuban

REMBANG- Jalur pantura Rembang timur mulai depan lokasi PLTU kecamatan Sluke hingga desa Sumbersari Kecamatan Kragan pagi hingga sore beberapa hari terakhir macet kurang lebih mencapai puluhan kilo meter. Penyebabnya kondisi jalan rusak parah akibat digenangi sisa air hujan yang turun beberapa hari terakhir sehingga menjadikan pengemudi angkutan berat berjalan pelan merambat. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan beratpun mengalami musibah, di antaranya terguling akibat terperosok di jalan yang berlobang hingga patah as roda. Puncak kemacetan total terparah terjadi pada pagi tadi Sabtu 18 Desember 2010, sejumlah kendaraan berjejer dengan panjang terlihat dari mulai Sarang hingga Lasem

Kerusakan jalan paling parah terjadi antara desa Sendangmulyo – Manggar, Blimbing kemudian jalur sekitar pom bensin Jatisari Lubang jalan yang menganga berubah menjadi kubangan air serta berlumpur. Diperparah lagi dengan adanya bekas kerukan alat berat menambah kondisi jalan makin sulit dilewati. Hal tersebut membuat warga yang bermukim di sekitar jalan pantura mulai geram, karena aktivitas sehari hari menjadi terganggu.

Luapan kekesalan warga memuncak juga akhirnya terjadi pada pagi tadi. Sejumlah warga desa Bilmbing menggelar aksi mandi lumpur di jalur pantura. Mereka juga menanam pisang. Hal tersebut dilakukan karena meresa kesal dengan kondisi jalan yang semakin hari semakin parah.

Asnawi (30 th), salah satu warga yang lakukan aksi mandi lumpur menuturkan, ia melakukan hal itu karena sudah meresa kesal. “Hingga kini tak kunjung ada perbaikan yang dilakukan oleh pihak rekanan,”katanya.

Dia berharap pemerintah segera turun tangan kalau tak segera diatasi kemacetan terus berlanjut. Kemacetan telah merugikan berbagai pihak dari mulai pengemudi anak sekolah dan usaha warung makan di pinggir jalan. Aksi yang digelar warga Blimbing itu menarik perhatian puluhan penegemudi truk mereka memberikan dukungan secara moril

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Maryadi bersama anggotanya yang terus menerus mengatur arus lalu lintas di lokasi kemacetan membenarkan bila jalur pantura Sluke menjadi pemicu macet selama ini apabila usai diguyur hujan deras semalaman Pihaknya merasa heran karena sampai sekarang belum teratasi padahal sudah berlangsung cukup lama.

Pihaknya sendiri sudah beberapa kali meminta kepada Dinas Bina Marga segera mengambil tindakan namun belum juga ada upaya apa-apa. Sampai Jumat sore puluhan anggota Satlantas masih berjaga jaga mengatur arus kendaraan dan memberlakukan jalur alternatif Lasem–Pamotan–Sedan–Sarang khususnya untuk mobil pribadi dan truk kecil. Antrean macet bertambah panjang disebabkan ada truk mogok akibat as rodanya patah.

Sumardi salah satu sopir truk asal Surabaya Jawa Timur yang hendak ke Jakarta sekitar 10 jam terjebak macet mengatakan kondisi semacam ini membuat jarak tempuh pengiriman barang ke Jakarta molor lebih lama. Apabila masuk wilayah Rembang turun hujan dia memastikan kawasan Kragan hingga Sluke akan macet terus. Sementara itu Dwiyani asal desa Bimbing salah satu siswi SMP Sluke karena kondisi jalan macet terus menerus setiap hari ia harus rela berjalan kaki puluhan kilometer baik berangkat atau pulang sekolah. (hasan)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur