Sunday, October 31, 2010

Massa Berdesak-desakan Ikuti Kampanye Terbuka Pertama Arsid – Andre Taulany

TANGSEL-Massa pendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Arsid - Andre Taulany atau Andre Opera van  Java tumpah ruah pada kampanye terbuka pertama pasangan tersebut di Pondok Cabe, Lapangan Sepak bola Gintung dan Lapangan Sepak Bola Jombang Sabtu (30/10) siang.  Kapasitas lapangan yang tidak begitu besar membuat beberapa ruas jalan di sekitar lokasi sesak dengan massa yang membawa berbagai atribut pasangan nomor 3 ini.

Ketua pemenangan Arsid-Andre, Sodri mengatakan, massa tersebut berasal dari berbagai daerah dan penjuru Kota Tangsel yang sejak mula mendukung pasangan dengan motto: Udah Wayahnya Paham Dah (sudah waktunya dan mengerti –red).
Menurut Sodri, massa ini kemudian bergabung dengan massa dari Parpol-parpol pendukung dan jaringan komunitas lainya

Banyaknya massa tersebut membuat acara semakin meriah. Bahkan, hujan yang turun di pertengahan acara tidak membuat semangat mereka kendur. Mereka larut dalam musik yang dilantunkan Andre maopun Artis Penghibur lainya

“Saya tidak percuma datang kesini. Walaupun tadi sempat terjebak macet, tapi lantunan musik  Penghibur cukup menghilangkan lelah. Lebih-lebih, ketika mendengarkan orasi Pak arsid yang sangat menyentuh dan menggetarkan hati saya. Sejak lama saya kagum samaPak Arsid. Dan saat ini terbukti, pemimpin yang saya kagumi itu (Arsid, red) orasinya menyentuh, visinya bagus, dan programnya sudah nyata. Nomor tiga pilihan paling tepat,” cetus Badar, warga Pondok Aren yang aktif mengikuti jalannya kampanye.

Badar mengaku semakin semangat untuk ikut mengawal pemenangan pasangan Arsid Andre setelah mendengar orasi Arsid. Hal ini, imbuh Badar, ditambah kedekatan Arsid dengan masyarakat yang terlihat jelas ketika Arsid memeluk dan berdialog langsung dengan warga yang berkesempatan menyampaikan keluhannya di panggung kampanye.

Dahlan dan Dalih perwakilan warga yang berdialog dengan Arsid, mengaku terkesan dengan jawaban-jawaban Arsid terhadap berbagai persoalan yang dilontarkan dirinya. Karena itu, keduanya semakin memantapkan hati untuk berusaha lebih maksimal dalam mengawal pemenangan Arsid-Andre

“Jawaban Pak Arsid bener banget. Dan saya percaya Pak Arsid bisa dan akan melaksanakan itu. Karena Pak Arsid Pernah Penjadi Pimpinan di Kecamatan Serpong dan Pamulang,”katanya. 
Pasangan  H Arsid – Andre Taulany ini didukung empat partai: Hanura, Gerindra, PPP dan PBB. Arsid sendiri memang ingin menunjukkan bahwa ada putra daerah Tangsel yang mampu dan dapat memimpin Tangsel agar lebih maju.

Pasangan nomor urut tiga ini memang sangat popular saat ini. Bahkan saat dilakukan pengundian nomor urut peserta pemilukada Kota Tangsel beberapa waktu lalu, masyarakat banyak yang menyambut pasangan ini dengan antusias.  
Ini karena pasangan Arsyid memang seorang artis yang cukup terkeknal: Andreas Taulany yang lebih dikenal dengan Andre Stinky atau Andre OVJ.  Andre ini memang berasal dari kelompok musik Stinky dan juga main di Opera van Java (OVJ) yang sudah populer di dunia hiburan tanah air.(ar/bad)

MCT Siap Menghadapi Even Ultah Semen Gresik Tuban


Keterangan Foto : Team Fun Bike KUD Minatani Brondong atau Minatani Cycle Team (MCT) Pantura Lamongan ketika berpose bersama sehabis latihan rutin di areal Indahmas Garden Nursery Lamongan.
LAMONGAN-Jauh sebelum pemerintah mencanangkan gerakan bersepeda atau bersepeda santai, sebagian besar karyawan KUD Minatani kecamatan Brondong Lamongan Jatim telah memulai gerakan tersebut. Setidaknya, itu disampaikan sekretaris MCT Brondong Lamongan, Wartono. Menurut dia, selain sebagai bagian dari kegiatan rutin mingguan, dibentuknya perkumpulan bersepeda setidaknya akan lebih membangun keguyuban diantara karyawan koperasi.
“Meski secara formal MCT baru terbentuk pada akhir 2005 kemarin, namun sesungguhnya kegiatan seperti ini sudah jauh melampaui tahun terbentuknya,” ujar Mas War, Sabtu (30/10/2010).
Selain sebagai kegiatan rutin, MCT juga tak pernah absen pada even-even perlombaan sepeda santai (Fun Bike), diantaranya dalam rangka Hari jadi Lamongan, Hari Jadi Tuban atau even lain mulai dari Mojokerto hingga Bojonegoro.
“Besok pada 7 Nopember ini, kami juga akan mengikuti even lomba fun bike yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik yang ada di Tuban, dalam rangka Ultah perusahaan itu,” lanjut Wartono.
Sementara ketua MCT H. Darwoto saat membriefing anggotanya ketika akan menghadapi even di Semen Gresik berharap stamina dan kekompakan harus benar-benar dijaga, sebab pengalaman selama ini kekompakan dan stamina menjadi kunci kuatnya kebersamaan dan keberhasilan.
“Kami menghimbau teman-teman yang tergabung dalam MCT agar lebih mengedepankan kebersamaan dan kekompakan, dalam menghadapi even Ultah SG tersebut, “ kata Darwoto. (Mas)

Mahasiswa Rembang dan Tuban Galang Dana Peduli Korban Bencana Merapi dan Mentawai

REMBANG -Sejumlah mahasiswa Sarang Rembang dan Tuban yang tergabung dalam wadah D.Mast semenjak Sabtu (29/10/2010) pagi lakukan aksi penggalangan dana di pertigaan jalan pantura Sarang untuk membantu para korban bencana alam baik korban meletusnya gunung Merapi di Jawa Tengah maupun Tsunami di Mentawai


Saefful Atthok salah satu mahasiswa Unirow Tuban yang juga selaku  kordinator penggalangan dana saat dikonfirmasi terkait apa yang dilakukan pagi itu menuturkan, kegiatan yang ia lakukan semata-mata bentuk kepedulian anatara sesama kita dan kita  juga ikut simpati serta merasakan panderitaan mereka baik yang ditinggalkan sanak keluarganya maupun yang kehilangan harta benda dengan cara semampu kita untuk meringankan penderitaan mereka.

Saefful menambahkan kegiatan penggalangan dana di jalan pantura Sarang  yang dimulai Sabtu tidak sendiri melainkan juga bekerjasama dengan Slankkers Kupu-Kupu Sarang dan rencana kegiatan penggalangan dana akan berakhir pada Selasa (2 /11/2010) dan rencana hasil penggalangan dana dijalan raya pertigaan sarang akan dikirimkan melalui PMI Kab Rembang.

Siang itu sejumlah mahasiswa dan  pemuda yang lakukan penggalangan dana terlihat badan mereka dilaburi bubuk putih sebagai wujud dan syimbul penderitaan para korban bencana alam kegiatan penggalangan dana yang dimulai pagi berakhir pada Sore hari. (hasan) 

Khasanah Dongeng Rakyat Rembang Bakal Bertambah Ratusan Cerita

REMBANG-Kantor Perpustakaan, Arsip dan Pengolahan Data Elektronik (Parsip dan PDE) kabupaten Rembang, di halaman setempat Sabtu (30/10) menggelar presentasi hasil lomba penulisan dongeng rakyat. Sebanyak 18 peserta dari tiga jenjang pendidikan ujuk gigi, masing-masing menceritakan dongeng karya mereka, untuk dinilai dewan juri.

Kepala Kantor Parsip dan PDE Rembang Edi Winarno disela-sela kegiatan lomba menerangkan, pada bulan ini pihaknya menyelenggarakan lomba penulisan dongeng rakyat Rembang, tujuannya untuk menggali cerita rakyat yang belum pernah dipbulikasikan, agar dimengerti warga Rembang. ”Selanjutnya naskah yang masuk ke panitia akan dibukukan dan disalurkan ke perpustakaan sekolah serta desa dan taman bacaan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, lomba difokuskan untuk pelajar jenjang pendidikan Sekolah Dasar sederajat, Sekolah Menengah Pertama sederajat dan Sekolah Menegah. Atas sederajat. Agar mereka peduli dan mau nguri-nguri budaya lokal agar tidak punah. ”Sekaligus juga sebagai upaya membentengi generasi muda kalangan pelajar di tengah gerusan budaya asing yang terus membanjir masuk ke negeri ini, baik melalui media massa, elektronik dan internet,” ceturnya.

Dia menuturkan, untuk lomba penulisan dongeng sendiri, hari Senin kemarin merupakan batas waktu terakhir naskah dikirim ke panitia. Selanjutnya dari ratusan naskah yang masuk disaring, diteliti dan dinilai, baik dari sisi gaya penulisan, orisinalitas dan ke-otentikan dongeng. ”Setelah itu ditetapkan nominator 3 putra dan putri urutan tertinggi dari masing-masing jenjang pendidikan dan hari Sabtu ini ditampilkan dalam lomba presentasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, mereka semua otomatis akan keluar sebagai juara dan mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan dari panitia. ”Namun khusus untuk juara 1 putra dan putri masing-masing jenjang pendidikan akan mewakili kabupaten Rembang ke tingkat propinsi Jawa tengah, dalam ajang serupa yang dilaksanakan bulan depan,” imbuhnya.

Terpisah Khusaeri tokoh penulis dongeng rakyat Rembang yang juga salah satu anggota juri menerangkan, upaya lomba penulisan dongeng rakyat Rembang memang sangat dibutuhkan. ”Karena hasil dari lomba dapat dibukukan untuk menambah koleksi bacaan baik perpustakaan daerah, sekolah atau desa dan taman baca masyarakat,” sebutnya.

Menurut dia, dari ajang itu sebut Khusaeri, dapat menambah khasanah dongeng rakyat khas Rembang selain 48 cerita yang ditulisnya dan telah dibukukan. ”Setidaknya dari peserta lomba presentasi hari ini saja akan bertambah 18 cerita,” ctusnya.

Dia menambahkan, sebelum dongeng karya peserta dibukukan, hendaknya perlu dilakukan kajian empiris dan analisis mendalam atas orisinil dan keabsahan cerita serta nara sumber. “Bukan hanya sekedar membuat dongeng rakyat, tetapi juga harus dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya,” imbuhnya.

Dongeng rakyat yang disampailkan peserta saat lomba presentasi cukup variatif. Ada yang menceritakan asal-usul nama pedukuhan, desa dan tempat-tempat wisata alternatif yang ada di kabupaten Rembang.(hasan)
         

Masyarakat Pedesaan Kecamatan Sale Dambakan Perpustakaan Keliling

REMBANG-Masyarakat di kecamatan Sale sekian lama mendambakan mobil perpustakaan keliling (perling) hadir di desanya. Selama ini mobil pelayanan tersebut hanya mengunjungi sekolah-sekolah saja, warga ingin setidaknya dijadwalkan tiap bulan, mobil perling memberikan layanan serupa di desa mereka.

Camat Sale Sunarto ditemui di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan, sudah cukup lama warga sejumlah desa di wilayahnya menanti kehadiran mobil perling. Sebenarnya kehadirannya dapat merangsang keberadaan perpustakaan desa. ”Selama ini mobil perling hanya mengunjungi sekolahan saja, tidak mencapai desa-desa terpencil,” jelasnya.

Menurut Camat Sale Sunarto, padahal masyarakat butuh berbagai buku bacaan, khususnya terkait pengetahuan pertanian, perkebunan dan perikanan. ”Dengan bertambahnya wawasan di bidang-bidang tersebut, diyakini akan tumbuh keinginan masyarakat mengembangkan ilmu yang diperoleh dari buku yang dibacanya itu,” kilahnya. 

Terpisah, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rembang Drs Edi Winarno Mpd  mengakui saat ini pihaknya belum menyentuh pembaca kalangan pedesaaan. Pasalnya saat ini pihaknya hanya memiliki satu unit mobil perling. “Sehingga tidak mampu menjangkau seluruh desa yang tersebar di 14 kecamatan se-kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Menurut Drs Edi Winarno, karena keterbatasan sarana mobil perling maka baru bisa menjangkau 60 desa di 14 kecamatan. Itu-pun, setiap hari mobil berkeliling berdasarkan jadwal yang telah disusun.

“Untuk memenuhi keinginan memberikan layanan seluruh pedesaan se-kabupaten Rembang, sedikitnya harus memilki tiga unit mobil perling,” ujarnya..

Diakuinya, kunjungan mobil perling, memang lebih difokuskan ke sekolah-sekolah, namun, tidak menutup kemungkinan mengunjungi desa-desa sesuai permintaan masyarakat. “Kita harapkan pemerintah kabupaten setempat dan pengusaha yang tergolong sukses membantu penambahan mobil perling untuk meningkatkan layanan hingga desa-desa pelosok yang ada di kabupaten Rembang,’ imbuhnya. (hasan)

Saturday, October 30, 2010

Kali Asem Tercemar TPA Sumur Batu, Dikeluhkan Warga

Keterangan Foto: Kebocoran aliran air limbah sampah yang menyebabkan pencemaran Kali Asem.

BEKASI-Kali Asem di wilayah Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi kini dalam kondisi tercemar berat.  Warga masyarakat  setempat menduga, salah satu penyebab pencemaran kali tersebut adalah aliran air lindi (air limbah sampah) yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.
 
Masyarakat bahkan menduga alat Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) yang ada di areal TPA Sumur Batu tidak berfungsi secara maksimal. Keluhan masyarakat semakin memuncak, karena pihak UPTD TPA Sumur Batu terkesan melakukan pembiaran terhadap kebocoran aliran air sampah dari areal tempat pembuangan sampah yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ini, hingga menyebabkan Kali Asem tercemar.
Dalam pantauan wartawan di areal sekitar lokasi TPA Sumur Batu, ternyata memang didapati adanya kebocoran aliran air dari limbah sampah, yang langsung mengalir menuju Kali Asem. Air lindi yang berwarna hitam yang terbawa arus Kali Asem ini dikhawatirkan dapat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD TPA Sumur Batu, Acep Rusbianto, mengakui alat IPAS yang ada di lokasi TPA Sumur Batu tidak berfungsi dengan baik. “Hal ini disebabkan adanya kerusakan dua unit mesin erator, dari seluruh mesin erator yang berjumlah enam unit. Jadi yang berfungsi hanya empat mesin,” kilahnya.
Acep juga berdalih, pihaknya juga mengalami kendala berupa kurangnya pasokan arus listrik untuk mengoperasikan IPAS. “Kami sudah meminta pihak PT Gikoko selaku pengelola pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di sekitar lokasi areal TPA Sumur Batu untuk memberikan tambahan pasokan arus listrik,” ujarnya.

Saat disinggung adanya kebocoran aliran air limbah sampah yang mengalir ke Kali Asem, secara tegas Acep mengakuinya. Ia hanya beralasan, kebocoran itu akibat hujan deras yang turun akhir-akhir ini.
Menanggapi permasalahan ini, Ketua Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (Formasi), Jimmy, menyesalkan lambannya pihak UPTD TPA Sumur Batu, dalam merespon keluhan masyarakat, terkait pencemaran Kali Asem. “Padahal, keberadaan kali itu sangat vital pengarusnya bagi kelangsungan hidup masyarakat luas,” tegasnya.

Jimmy juga menyatakan kekhawatirannya, jika kondisi Kali Asem tercemar akan mempengaruhi kondisi air tanah yang dibutuhkan masyarakat untuk keperluan mereka sehari-hari. “Sungguh sesuatu yang mengerikan jika masyarakat tetap menggunakan air dari Kali Asem yang nyata-nyata sudah tercemar,” keluhnya.

Jimmy kemudian berpendapat, pihak pengelola TPA Sumur Batu telah melanggar Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Dalam undang-undang ini dijelaskan, bagi para pelanggar akan dikenai beberapa sanksi, diantaranya harus menetralisir kondisi kali hingga seperti sebelum tercemar. Selain itu, peanggarnya juga dapat dikenai sanksi denda sebanyak Rp 5 miliar atau kurungan paling lama selama tujuh tahun,” paparnya. (dadang)

Buaya Gigit Belalai Gajah

ADA kejadian langka yang tertangkap kamera fotografer amatir bernama Johan Opperman (38) ketika mengunjungi Taman Nasional Kruger di Afrika Selatan. Foto ini dipublikaskan harian The Sun, 28 Oktober 2010. Dalam foto itu tampak anak gajah sedang asyik meminum air rawa dengan belalainya. Tiba-tiba, muncul buaya besar dari dalam rawa dan langsung menjepit belalai itu dengan gerahamnya yang kuat dan bergigi tajam.Namun, untungnya sekawanan gajah dewasa segera datang, sehingga anak gajah itu selamat.

Korem 051/Wijayakarta Peringati HUT Ke 12, Beri Beasiswa


BEKASI-Korem 051/Wkt memperingati Hari Ulang Tahun ke 12, Jumat (29/10) bertempat di halaman Markas Komando Resort Militer (Makorem) 051/Wkt Jababeka, Kabupaten Bekasi dengan Irup Danrem 051 Kolonel Sunindyo. Peringatan yang ke 12 Korem 051/Wkt tersebut di samping mendengarkan amanat Pangdam Jaya, Mayor Jendral, Marciano Norman yang dibacakan  Komandan Korem 051, Kolonel Sunindyo, juga diisi dengan berbagai kegiatan kemanusiaan yaitu pemberian beasiswa prestasi bagi anak di jajaran Korem 051,  berupa peralatan sekolah dan uang, santunan yatim piatu anak tentara dan umum, bantuan anggaran Sepak bola jajaran anggota Korem 051/Wkt, door price serta manampilkan huburan pelawak bukan empat mata,Tukul, Tarzan dan Pengky.

Hadir dalam upacara peringatan, di antaranya seluruh perwira Komandan satuan di lingkungan Kodam Jaya, seluruh Dandin di lingkungan Danrem 051/Wkt, dandim 0507 Bekasi, Letkol Kav Steve Parengkuan, Kapolres Jakarta Timur, Kapolres Depok, Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Sutija Junianta , Kapolres Kota Bekasi, Wakil Bupati Bekasi, H Darip Mulyana, seluruh Dan Ramil di lingkungan Korem 051/Wkt, Persit Kartika Ekapaksi Korem 051/Wkt, Tokoh masyarakat,agama,  pemuda, beberapa Ormas, FK PPI dan mahasiswa Presiden University berlangsung khikmat.

Panglima Kodam Jaya, Mayjen Marciano Noerman dalam sambutannya  yang dibacakan Damrem 051/Wkt, Kolonel Sunindyo  mengajak seluruh  jajaran dalam upacara memaknai sebagai upaya merepleksikan apa yang telah  dilakukan selama satu tahun terakhir serta memperkuat komitmen visi dan misi kedepan.

Pangdam Jaya juga menyampaikan kalau dalam kurun waktu 12 tahun Korem  051/Wkt mampu menunjukan kinerja baik serta dedikasi yang tinggi dalam mengemban tugas sebagai alat Negara di wilayah timur Jakarta yang meliputi, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bekasi dan Depok serta berperan aktif mengawal akselerasi pembangunan  yang berlangsung secara dinamis di wilayah tersebut hingga mampu menciptakan iklim kondusif.

Wilayah Korem 051 yang meliputi wilayah timur, Bekasi, Depok,  Jakarta Timur dan Jakarta Selatan adalah daerah yang berkembang secara dinamis dan memiliki kemaajemukan yang tinggi serta memungkinkan terjadinya permasalahan sosial yang tinggi, salah satu penyebabnya adalah banyaknya para pendatang yang mencari lapangan pekerjaan di industri Cikarang, Bekasi dan menuntut pendidikan di Depok dan sekitarnya maka diharapkan prajurit teroterial dalam melakukan komunikasi dan interaksi dapat menempatkan diri dengan baik tanpa menghilangkan jati diri sebagai prajurit TNI.

Lebih lanjut Pangdam Jaya mengingatkan, kemanunggalan TNI dengan  rakyat yang telah terwujud selama in hendaknya harus terus ditingkatkan  melalui sosok prajurit yang dicintai, disegani serta mampu menjadi pengayom dan pelindung masyarakat.

Sementara itu Dan Korem 051/Wkt, Kolonel Sunindyo usai membacakan amanat Pangdam Jaya mengatakan, kalau wilayah Korem 051/Wkt yang berada di wilayah timur Jakarta  meliputi , Depok, Bekasi, Jakarta Timur dan Jakarta selatan akan siap mendukung pengamanan Ibu Kota, juga siap membantu Pemerintah Daerah menciptakan kesejahteraan masyarakat, karena keamanan bukan hanya tugas dari TNI saja, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Dan dia juga berjanji akan melakukan upaya pencarian bantuan dana  sosial bagi masyarakat yang terkena bencana terkhusus di wilayah Korem 051/Wkt. Yoto

Lomba Antar Posyandu di Cimalaka

SUMEDANG-Salah satu kegiatan dari POKJA IV ds Licin Kec Cimalaka Kabupaten Sumedang adalah lomba antar posyandu yang diikuti oleh 10 posyandu yang berada di lingkungan desa Licin.

Kegiatan lomba yang melibatkan puskesmas di desa licin tersebut berlangsung direncanakan dua hari. Pada hari pertama kegiatan lomba tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta lomba.

Menurut Ucu Kosasih, selaku tim penilai dari puskesmas desa Licin, Jumat (29/10/2010), kegiatan lomba semacam ini sangat menunjang bagi para kader di tiap tiap posyandu khususnya di lingkungan desa Licin.

Sedangkan dari perangkat desa Licin hanya sebagai fasilitator seperti apa yang diutarakan oleh Hj Ai Tuti. Ke depannya POKJA yang lainnya berencana akan mengadakan kegiatan lomba dalam bidang yang lainnya di antaranya dalam bidang agama, hukum dan lainnya. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini para kader di tiap tiap posyandu wawasannya luas. SYAHRUL LIAZI / TITI SURYATI

MATRASS Warning Panwaskab Torut

RANTEPAO - Belajar dari kasus panwas pilgub yang lalu, MATRASS memberi warning (peringatan) kepada Panwaslu Kada Toraja Utara untuk tidak berbuat hal yang sama. Peringatan ini cukup beralasan mengingat MATRASS sendiri mulai mencium aroma kurang sedap di internal Panwas Toraja Utara, yakni antara Panwas Kabupaten (Panwaskab) dan Panwas Kecamatan (Panwascam). Pasalnya, Panwaskab Toraja Utara selama ini dianggap tidak transparan dalam mengelola keuangan panwas. Akibatnya, timbul kecurigaan di kalangan Panwascam terhadap Panwaskab Toraja Utara.

Panwaskab juga dianggap tidak adil dan tidak proporsional dalam mengalokasikan anggaran panwas ke kecamatan hingga PPL (Petugas Pengawas Lapangan).

“Personil staf panwas kabupaten terlalu banyak dan ini menelan biaya besar. Sementara kami di kecamatan minta satu orang staf saja tidak dikasih. Anggaran kami pun sangat minim dan tidak akan mampu menunjang volume kegiatan yang cenderung meningkat. Kami kan ujung tombak pengawasan di lapangan,” ujar Tamar, seorang anggota Panwascam Rantepao.

Untuk diketahui, personil Panwaskab Toraja Utara selain tiga anggota panwas, juga terdapat PNS sebanyak 3 orang. Masing-masing sebagai sekretaris, bendahara dan satu lagi staf biasa. Staf biasa ini masih ditambah 3 orang dari non PNS. Kemudian seorang tukang masak dan seorang satpam. Malah, ada 2 nama yakni Asradi dan Lambertus didudukkan sebagai staf ahli. Konon, gaji honor dua staf ahli ini cukup menggiurkan meski tugas pokok dan fungsinya tidak jelas.

“Kami memang banyak menerima laporan tentang pengelolaan anggaran panwaskab pemilukada ini. Termasuk soal personalia dan kinerja panwas di lapangan. Tapi kami masih dalam batas mengumpul keterangan dan data dengan melakukan silent investigation. Saatnya nanti kami blow-up setelah semuanya klir dan akurat,” tandas Tommy yang juga Presidium LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Toraja Utara ini. (TOMMY)

Polres Diminta Tanggap Terhadap Kasus Dana Panwaslu 2007

JANTEPAO - Menanggapi pemberitaan kasus dana Panwaslu Pilgub 2007 di Tana Toraja LSM MATRASS (Masyarakat Transparansi Sulawesi Selatan) Wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara meminta Polres Tana Toraja agar tanggap dengan jalan membuka kembali kasus dana Panwaslu 2007 tersebut. Polres tinggal memanggil kembali pihak-pihak yang tahu persis dan diduga terlibat. Apalagi kasus tersebut sudah pernah diproses sebelumnya dan sejauh ini belum di-SP3.

“Saya pikir tidak ada masalah bila kasus ini mau dibuka kembali dan dilanjutkan. Apalagi kalau memang ada bukti baru yang mendukung,” ujar Tommy Tiranda, Koordinator Investigasi dan Monitoring LSM MATRASS Wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, di kantor Sekber LSM-Pers di Jl. Olah Raga No. 7 Rantepao, Jumat, 29 Oktober.

Bukti baru itu, kata Tommy, bisa saja berasal dari sumber informasi melalui pemberitaan di media massa sebagai temuan. “Misalnya dengan meminta keterangan Johan Minggu selaku bendahara panwas ketika itu, kemudian dikonfrontir dengan pemberitaan tersebut apa benar dia mengatakan seperti  terungkap dalam pemberitaan.  Kalau ternyata benar dia mengatakan seperti itu maka para saksi dan tersangka kembali harus diperiksa dengan bukti yang ada ,” jelasnya sambil mengatakan kasus dana panwaslu tersebut masih SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan).

Informasi tentang status hukum kasus ini diperoleh dari penjelasan petugas penyidik Polres Tana Toraja Marthen Manan dan mantan Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Nasir Tappi, saat seleksi calon anggota KPU Toraja Utara dilakukan, beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, tiga dari empat orang yang diduga terlibat, akhirnya gagal masuk KPU Toraja Utara setelah pihak MATRASS melayangkan surat ke panitia seleksi yang lalu. Ketiga orang tersebut masing-masing, WLA, TTD dan GS. Kapolres Tana Toraja AKBP Drs. Yudi Silaeloe ketika dihubungi di kantornya tidak berada di tempat. Menurut stafnya, ia sedang di lapangan dalam rangka pengamanan pilkada. (TOMMY)

Pilkada Toraja Utara Diduga Bakal Terhambat

RANTEPAO – Pemilukada Toraja Utara (Torut) yang sedianya akan berlangsung 11 Nopember mendatang, tampaknya bakal terhambat. Ini karena ulah KPU Toraja Utara sendiri yang bekerja tidak professional dan terkesan diskriminatif. Sejak proses pendaftaran sampai penetapan calon, dari pemantauan di lapangan, KPU setempat cenderung tidak konsisten. Mulai dari penentuan jadwal dan tahapan pilkada yang kemudian jadi molor. Puncaknya dan menjadi krusial adalah saat verifikasi berkas dan penetapan pasangan calon yang lalu. Akibatnya, satu dari pasangan calon yakni Ir. Agustinus La’lang MSi-Drs. Benyamin Patondok (Alang Tondok) dinyatakan oleh KPU tidak memenuhi syarat dan gagal lolos mendapat tiket ke pilkada.
Merasa diperlakukan tidak adil dan menganggap KPU bekerja tidak benar, massa Agus La’lang-Benyamin Patondok kemudian menduduki KPU Toraja Utara. Selama pendudukan itu massa Alang Tondok ini tetap tenang dan tidak membuat anarkis. Petugas keamanaan baik dari Polres maupun satuan Brimob tetap siap siaga. Sementara anggota KPU Torut sendiri sejak itu kabur dari kantornya. Mereka pindah sementara ke sebuah bangunan rumah baru di Bua Kecamatan Kesu’.
Sambil tahapan berjalan, Alang Tondok terus menempuh upaya hukum dengan menggugat KPU Torut lewat PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). PTUN Makassar selanjutnya mengeluarkan putusan yang meminta KPU Torut menunda tiga Sk yang sudah dikeluarkan. Salah satu dari Sk itu menyangkut verifikasi berkas calon dan penetapan pasangan calon. Putusan ini bersifat sela untuk membuka ruang bagi upaya penyelesaian antara penggugat dan tergutat. Namun karena KPU Torut tidak merespon dan memberi jawaban, pihak PTUN mengeluarkan putusan kedua yang bersifat tetap. Putusan final ini menguatkan putusan sebelumnya yang mengabulkan gugatan penggugat.
Hal ini terungkap ketika massa Alang Tondok yang jumlahnya ribuan menggelar demo dengan melakukan konvoi kendaraan roda dua dan empat dari Makale ke Rantepao, Jumat, 29 Oktober. Massa menjemput Benyamin Patondok, sang cabup, yang tiba dari Makassar. Penjemputan dilakukan di Salubarani. Ketika tiba di Rantepao, massa Alang Tondok berhenti sejenak di kantor KPU Torut. Tak satupun dari anggota KPU tampak. Namun massa Alang Tondok tetap berorasi sambil membacakan bunyi putusan PTUN.
Ketua KPU Torut, Ir. JB Rombe, ketika dihubungi via ponsel, tidak dapat dikonfirmasi. Ponselnya tidak aktif. Tidak jelas keberadaan kelima anggota KPU tersebut. Wartawan pun kesulitan menghubungi mereka. (TOMMY TIRANDA)

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Rembang Agendakan Tambah Rambu Peringatan

REMBANG-Untuk mengurangi kejadian kecelakaan di jalur pantura Rembang, perlu diambil langkah antisipatif. Untuk itu jajaran Polres Rembang akan menambah rambu peringatan di titik-titik strategis yang mudah terbaca pengguna jalan, guna menekan angka kecelakaan supaya tidak terus bertambah.

AKBP Kukuh Kalis Susilo didampingi Kanit Laka Stlantas Ipda Yuli Khrisnadi di ruang kerjanya kemarin menyampaikan, sejak kepindahannya menjadi pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Rembang, telah menginstruksikan jajaran satuan lalu lintas (satlantas) menginventarisir dan mengidentifikasi secara detail setiap kasus kecelakaan yang terjadi. ”Ternyata hasilnya diketahui, lebih dari 60  persen peristiwa kecelakaan disebabkan faktor kesalahan manusia/human eror,” ungkapnya.

Menurut dia, dari 101 kasus kecelakaan periode Januari hingga September 2010, sekira 40 persen terjadi di jalur pantura timur Rembang. Disebabkan kelalaian pengemudi karena kelelahan, mengantuk dan faktor lain. ”Dari kejadian laka di pantura Rembang timur juga tercatat paling banyak menelan korban jiwa,” paparnya.

Untuk itu tambahnya, Polres rembang akan menambah rambu peringatan di titik-titik strategis yang mudah dibaca pengguna jalan. ”Antara lain berisi tulisan agar pengemudi beristirahat sejenak apabila merasa capek atau mengantuk dan utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lain serta ingat anak istri menunggu di rumah,” imbuhnya.  

Ditegaskan, dengan adanya tambahan tanda peringatan tersebut berhasil menyadarkan pengguna jalan tidak lagi ugal-ugalan. ”Sehingga dapat menekan angka kecelakaan di wilayah kerja Polres Rembang,” imbuhnya..

Sementara itu dari Kanit Laka Satlantas Ipda Yuli Khrisnadi diperoleh data kurun waktu Januari hingga September 2010 di wilayah kerja Polres Rembang telah terjadi sejumlah 101 kasus kecelakaan. Korban meninggal dunia sebanyak 15 orang, luka berat 50 orang dan kerugian materiil sebesar 113,6 juta rupiah lebih, seraya menyebutkan tertidur di jalur pantura berbiaya mahal.

Maksudnya yakni sebut dia, pengguna jalan yang hanya kisaran 5 detik terpejam matanya akibat mengantuk, dapat mengakibatkan kecelakaan yang kerugian mareriil  bsa mencapai jutaan rupiah. ”Belum lagi dari kejadian tersebut bisa menyebabkan korban baik jiwa maupun luka berat,” tukasnya..

Oleh karena itu tambahnya, pengguna jalan pantura Rembang jangan memaksakan diri menempuh perjalanan apabila dalam kondisi mengantuk. ”Lebih baik beristirahat sejenak di rest area atau di tempat penginapan yang tersedia di sepanjang jalur pantura Rembang, guna menghindari terjadinya kecelakaan,” imbuhnya. (hasan)

Pemilik Tambak Garam Alihkan Fungsi Lahan, Piara Ikan Bandeng

REMBANG-Karena terkendala anomali cuaca ketika akan memproduksi garam, sebagian pemilik tambak memutuskan mengalih fungsikan lahan yang dipunyai agar tetap mendatangkan penghasilan. Mereka memanfaatkan tingginya intensitas curah hujan untuk meraup pendapatan, mengubah tambak garam menjadi empang ikan bandeng.

Sardi warga desa Gedong mulyo kecamatan Lasem, saat ditemui di empangnya menuturkan, dia tak ingin didera kesulitan hidup berkepanjangan lantaran tidak bisa memproduksi garam, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. 

”Akhirnya dengan beberapa tetangga lain pemilik tambak garam memutuskan mengalih fungsikan menjadi empang untuk memiara ikan bandeng,” ujarnya.

Menurut dia, keputusan memanfaatkan lahan tambak untuk ditabur nener/benih bandeng baru berjalan sekitar dua minggu terakhir dan masa panen masih sekira dua bulan lagi. ”Diharapkan hujan turun tidak terlalu deras, karena lokasi empang kami dekat dengan laut, rawan kebanjiran,” cetusnya.

Ditambahkan, tambak seluas sekira 800 meter persegi milknya itu dia tabur 4 ribu nener. ”Semoga hanya 5 persen yang gagal tumbuh, sehingga menuai panen maksimal,” harapnya.

Terpisah, Juki warga desa Purworejo kecamatan Kailori juga memutuskan hal sama. Lahan seluas 500 meter persegi miliknya bahkan telah sebulan yang lalu dialih fungsikan untuk memiara ikan bandeng. ”Kami memilih budidaya ikan bandeng daripada udang, karena lebih mudah dalam merawat dan menjualnya,” tuturnya. 

Dia menyebutkan, untuk pengalihan tambak garam untuk budidaya ikan bandeng, perlu melakukan sedikit kerja keras, pasalnya kedalaman tambak ditambah hingga sekira 25 centimeter. ”Namun pekerjaan itu tidak kami rasa berat karena dilakukan secara gotong royong dengan sesama pemilik tambak. Nantinya kita giliran saling membantu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk harga sudah ada pembicaraan dengan beberapa pengepul ikan bandeng dari Juana kabupaten tetangga Pati.  ”Sudah ada kesepakatan harga, untuk ikan bandeng 1 kilogram berisi 5-6 ekor akan dibeli seharga 8 ibu rupiah. Sedangkan size 8-10 dihargai 6 ribu rupiah per kilogramnya,” imbuhnya. (hasan)

UPK Bojong Sukseskan Program PNPM

Herman Permana, Ketua UPK Kecamatan  Bojong

PURWAKARTA- Di tahun 2010 ini PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bojong meningkat hingga Rp 2 Milyar rupiah. Dari jumlah Rp 2 Milyar rupiah 75 % untuk alokasi fisik dan 25 % untuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bojong Herman Permana saat dijumpai Wartawan  saat melaksanakan rapat Musyawarah Antar Desa di Kantor Desa Sukamanah belum lama ini menerangkan, dalam rapat MAD II ini  membahas tentang tahap perengkingan. Sesuai hasil perangkingan dinyatakan beberapa desa di Kecamatan Bojong berhak mendapatkan kucuran anggaran PNPM di antaranya urutan rangking pertama diraih Desa Bojong Barat, rangking 2 Desa Kertasari, rangking 3 Desa Cihanjawar, rangking 4 Desa Cibingbin, rangking 5 Desa Sukamanah, dan rangking ke 6 diraih Desa Pangkalan.
          
Sementara, dalam rapat MAD 1 yang sudah dilaksanakan sebelumnya yaitu pembahasan Tahap Program Optimalisasi. Artinya bagi tiap desa yang pada tahun 2009 mengajukan proposal untuk anggaran pembangunan fisik tertunda, maka anggaran PNPM tahun 2010 ini prioritas masuk Program Optimalisasi. Anggaran PNPM dari nilai 75 % anggaran fisik terserap untuk Optimalisasi sebesar Rp 553.904.550. "Sehingga sisa anggaran untuk fisik tentunya dialokasikan bagi desa yang belum kebagian, namun untuk mendapatkan sisa anggaran tersebut, tentu terlebih dahulu harus mengikuti mekanisme sistem kompetisi,”ungkapnya.

Pada tahun 2009 lalu Pihak UPK mengeluarkan anggaran awal untuk Dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sebesar Rp 443.000.000,-. Sedangkan perhitungan Uang SPP dari bulan Desember-Juli 2010 tercatat sebesar Rp 684.000.000,-,”ungkapnya.

            Adapun, penerapan pinjaman bagi warga/nasabah tidak harus sesulit seperti meminjam uang ke Bank, namun yang pasti calon peminjam harus memiliki kreatifitas atau usaha yang sudah berjalan tetap dan tidak harus ada jaminan. Begitupun Suku Bunga yang dibebankan terhadap peminjam/nasabah tidak sebesar Bunga Pinjaman ke Bank. "Tingkat Suku Bunga yang diterapkan tiap Pengelola SPP/Kelompok Desa kepada para nasabah sepakat sebesar 20 % pertahun,”ungkapnya.

             Seluruh keuntungan Suku Bunga yang diperoleh dan terkumpul di tiap Kelompok dananya langsung di setor ke Pihak UPK. Dan pada akhir tahun Pihak UPK menggunakan anggaran tersebut sebesar 20 %  dipergunakan untuk menggelar berbagai kegiatan seperti Sunatan Massal, Bantuan Ternak bagi warga miskin, dan kegiatan sosial lainnya. 15 % untuk Kelembagaan seperti honor untuk 3 orang pegawai  Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), 15 % untuk Pegawai UPK dan sisa 50 % nya digulirkan kembali untuk SPP.  (Andhi Jalal)

Proyek Jalan Rabat Beton Taringgul Tengah Diduga Sarat Penyimpangan

 Keterangan Foto: Ketebalan coran jalan hanya 10 cm

 PURWAKARTA-Proyek peningkatan jalan Rabat Beton di lingkungan Kampung Karang Anyar Desa Taringgul Tengah Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta diduga sarat dengan penyimpangan.

Ketika wartawan memantau pekerjaan Jalan Rabat Beton Kampung Karang Anyar Desa Taringgul Tengah, Sabtu (09/10), diduga pekerjaannya tidak sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Pekerjaan Rabat Beton Jalan Lingkungan Kampung Karang Anyar Desa Taringgul Tengah tersebut anggarannya sebesar Rp 108.000.000 bersumber dari Dana PNPM Mandiri Perdesaan. Namun, nampak hasil pekerjaan diduga tidak sesuai Juknis diantaranya Rabat Beton yang seharusnya ketebalan minimum 15 cm, terbukti ketebalan hanya 10 cm. Untuk Pasir pengecoran yang seharusnya digunakan itu adalah Pasir Cor, ternyata menggunakan Pasir Pasang.

Selain itu, ketika para pekerja Rabat Beton meratakan tanah untuk melakukan pengecoran terlihat sisi jalan sedikit digali. Sehingga, posisi tanah bagian tengah lebih tinggi.    Dan ketika pekerjaan Rabat Beton Jalan itu terus berjalan, tidak terlihat dan terpampang Papan Proyek PNPM MP.

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM MP Desa Taringgul Tengah Hilman Ramdani saat ditemui Wartawan Sabtu (09/10) tidak bisa menerangkan secara gamblang dengan adanya hasil pekerjaan Rabat Beton Jalan Kampung Karang Anyar yang diduga tidak sesuai Juknis tersebut. “Saya hanya sebatas mengurus administrasi saja, sedangkan pekerjaan semuanya dipasrahkan langsung kebagian mandor, Bamusdes dan Kepala Desa,”ungkap Hilman.

Untuk itu, kiranya pihak yang berwenang secepatnya dapat menindaklanjuti dugaan penyimpangan pekerjaan Rabat Beton Jalan Lingkungan Kampung Karang Anyar Desa Taringgul Tengah sepanjang 318 meter tersebut. (andhi/deni)   
           

Produk Batu Bata Desa Sidorejo Kecamatan Sedan Turun 50%

REMBANG-Cuaca kurang bersahabat yang melanda Kabupaten Rembang, tidak menguntungkan bagi wara bermata pencaharian memproduksi batu bata. Penurunan kapasitas produksi mencapai 50 persen.

Sentra pengrajin batu bata di desa Sidorejo kecamatan Sedan kabupaten Rembang, kurun waktu dua bulan terakhir nyaris lumpuh aktifitas. Hasil produksi yang bergantung pada terik matahari untuk penjemuran, terkendala hujan yang sering turun bahkan dalam intensitas tinggi.

Sanusi 53 tahun warga RT 4-RW 3 desa Sidorejo salah satu pengrajin batu bata menjelaskan,  sebenarnya permintaan batu bata saat ini meningkat hampir 100 persen, karena stok di pasaran menipis. Tetapi karena terkendala hujan, menyebabatkan permintaan tidak bisa dipenuhi.

"Yaaah mau bagaimana lagi. Permintaan terpaksa saya tolak karena takut tidak mampu memenuhi pesana tepat waktu. Sekarang ini hujan sulit diprediksi kapan akan turun," katannya. 

Dia menuturkan, dengan memperkerjakan 8 orang karyawan dengan sistem borong, setiap hari biasanya mampu mencetak 4.500 biji batu bata basah. "Namun pada saat kondisi cuaca tidak menguntungkan seperti ini, hanya mampu mencetak 1.500 sampai 2.000 biji," ungkapnya.

Dia seterusnya menyebutkan, bila dikalkulasi per bulan rata-rata menghasilkan 150 ribu biji batu bata kering siap jual. Selama tiga bulan terakhir hanya mampu menghasilkan separuhnya. "Situasi benar-benar sulit. Sekarang hanya mampu menyediakan 75 ribu biji bata siap jual," cetusnya sedikit kesal.

Dia menambahkan, padahal permintaan saat ini sangat banyak, diantaranya diambil para pembeli langsung dari kecamatan Rembang, Lasem dan Kragan bahkan dari Tuban dan Jatirogo dari Jawa timur. Calon pembeli sebenarnya sanggup membayar bila harga terpaksa dinaikkkan, tetapi karena terkendala hujan, terpaksa ditolak. "Takut tidak mampu memenuhi pesana tepat waktu," sergahnya.

Batu bata produk Siderojo selama ini sangat diminati pasar. Berukuran panjang 27 centimeter, lebar 11 centimeter dengan ketebalan 5 centimeter. Biasa dipasarkan seharga 500 rupiah per biji.

Sementara produk bata pada umumnya berukuran panjang 24 centimeter, lebar 9 centimeter dengan ketebalan 4 centimeter, di pasaran per biji dijual 300 rupiah.

Pada bulan Oktober ini dimana mulai masuk musim penghujan menambah derita pengrajin batu bata. pesanan membanjir namun tak mampu melayani.(hasan)

Dintanhut Rembang Pantau Kesehatan Hewan Kurban

REMBANG-Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang menyiapkan 33 petugas yang akan memeriksa kesehatan hewan kurban. Mereka akan berkeliling di sejumlah pasar hewan, memeriksa kesehatan ternak sapi dan kambing bakal hewan kurban. Selain itu, Dintanhut juga akan memeriksa jumlah ternak sapi, kondisi kesehatan, serta surat dokumentasi asal hewan yang masuk ke Kabupaten Rembang di Terminal Pemeriksaan Sapi Kecamatan Sarang.


Kepala Distanhut Kabupaten Rembang, Sutomo melalui Kepala Bidang Peternakan Derevnety di ruang kerjanya pagi tadi menerangkan, pada waktu bertugas nanti petugas kesehatan didampingi dokter hewan saat memeriksa kesehatan hewan kurban di pasar hewan.

“Petugas kesehatan akan memeriksa kondisi kesehatan dan fisik hewan kurban sapi dan kambing yang dijual,” ungkapnya.

Menurut Derevnety, pemeriksaan kesehatan hewan tujuann utamanya untuk mengetahui dan mencegah peredaran hewan kurban bebas dari serangan anthrax.

“Setelah memastikan ternak sapi dan kambing yang diperiksa tidak bermasalah, dokter hewan dan petugas kesehatan akan menerbitkan surat keterangan sehat,” tuturnya.

Derevnety menambahkan, selain melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum Idul Adha, pada hari H petugas kesehatan juga meninjau lokasi penyembelihan hewan kurban, untuk memeriksa kondisi daging, apakah layak dikonsumsi atau tidak.

“Petugas akan memeriksa daging hewan kurban yang telah disembelih apakah mengandung cacing hati, karena jika terindikasi terkena penyakit tersebut maka daging dinyakan tidak layak makan,” imbuhnya. (hasan) 

Sejumlah Bendahara SD hingga SLTA di Rembang Ikuti Penyuluhan Pajak

-Ada BUMD di Rembang  Menunggak Pajak Rp 1,5 M                                  

REMBANG-Sejumlah pengurus bendahara sekolah dasar hingga bendara sekolah tingkat SLTA Kamis (28/10/2010)  mengikuti kegiatan penyuluhan perpajak kegiatan yang berlangsung di   Pendopo Kantor Kecamatan Sedan dipandu langsung oleh petugas KPP Pratama Kab. Pati Winda Kepala Seksi (Waskon), Reban selaku Asisten Representatif dan Indro W pelaksana dari KP2KP Kab. Rembang.

Kegiatan penyuluhan perpajakan  yang sudah berjalan semenjak beberapa hari lalu dibeberapa Kecamatan tersebut terlaksana atas kerjasama Dirjend pajak dan pemerintah daerah .Kab.Rembang.

Indro W petugas dari KP2KP (Kantor Pelayanan Pengawasan dan Konsultasi Perpajakan Kab.Rembang) saat ditemui usai memberikan sambutan menuturkan pihaknya, mengundang sejumlah 80 bendahara sekolah dan pengusaha wajib pajak namun ternyata yang hadir dalam penyuluhan tersebut yang datang memenuhi undangan cuma bendahara sekolah saja .

Terpisah Kepala KP2KP Kab.Rembang Hendra Wahid saat dinkonfirmasi di kantornya menuturkan kalau berkaitan dengan penyuluhan perpajakan tersebut tak lain hanya bertujuan  ingin menjangkau dan membantu mereka wajib pajak serta memberikan cara-cara yang benar  dalam mengisi administrasinya, karena masih banyak dari wajib pajak  yang belum bisa mengisi beberapa form.

Disinggung tentang berapa persen kesadaran pengusaha wajib pajak di Rembang yang taat pajak,  dirinya mengaku, untuk data yang ada semua ada di data base KPP Pratama Pati. “Memang kalau melihat potensi usaha di Rembang  cukup banyak dan signifikan. Untuk soal kesadaraan para wajib pajak di Rembang cukup bagus dan yang masih perlu untuk disampaikan para wajib pajak adalah kewajiban mengisi administrasi bukan hanya membayar saja,”  pungkas Hendra.

Sementara itu dari data yang diperoleh wartawan dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan  ada sejumlah wajib pajak yang tak memenuhi kewajiban membayar pajak  semisal di Rembang ada salah satu (BUMD) Badan Usaha Modal Daerah yang sampai saat ini menunggak pajak hingga Rp 1,5 Milyar sungguh sangat ironis. (has/kir

PLN Rembang Operasikan Serentak 300 Sambungan Baru

Keterangan Foto: Manajer PT PLN UPJ Rembang, Muji Supraptono

REMBANG-PT PLN Persero Unit Pelayanan Jaringan Rembang, Jawa Tengah tadi pagi  mengoperasikan secara serentak 300 sambungan baru bagi golongan rumah tangga. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-65, setiap tanggal 27 Oktober 2010.

Manajer PT PLN UPJ Rembang, Muji Supraptono di sela-sela kegiatan menjelaskan, 300 sambungan baru tersebar di 14 kecamatan se-kabupaten Rembang.

“Kegiatan ini merupakan bagian program pemasangan satu juta sambungan baru di seluruh Indonesia,” terangnya..

Dia lebih lanjut menerangkan, 300 sambungan baru ini bagian dari 9.974 calon pelanggan rumah tangga yang masuk dalam daftar tunggu. Dalam pemasangannya kami melibatkan 30 Biro Teknik Listrik (BTL) yang terbagi dalam lima regu.

“Satu regu terdiri atas enam BTL dan mengoperasikan masing-masing 30 sambungan baru," katanya.

Dia menambahkan, pemasangan dilakukan serentak pukul 08.00 WIB, 300 sambungan baru diprioritaskan untuk pelanggan rumah tangga.

”Sambungan baru khusus kita layani untuk rumah tangga dengan daaya 450, 900 dan 1.300 volt ampere,” sebutnya.

Dia menambahkan, calon pelanggan dalam daftar tunggu di PT PLN UPJ Rembang sampai dengan saat ini sejumlah 9.974 rumah tangga. Sebanyak 5.363 sudah diterbitkan Surat Izin Penyambungannya (SIP).

”Namun, baru terbayar 2.376 sambungan, 300 diantaranya akan kami sambung secara serentak hari ini," imbuhnya. (hasan)

3 Jamaah Calhaj Asal Rembang Kembali Tertunda Berangkat Ke Tanah Suci

REMBANG-Pelaksana Tugas Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama Kabupaten Rembang Ali Anshori menginformasikan, bila 8 orang jemaah calon haji dari kabupaten Rembang kelompok terbang 36 sempat tertunda berangkat lantaran sakit anemia/kekurangan darah. Namun setelah dirawat di rumah sakit Moewardi Solo, lima orang akhirnya sudah bertolak ke tanah suci hari Minggu kemarin, bergabung dengan jamaah calon haji asal kabupaten Batang. Sementara untuk tiga orang calon haji yakni pasangan suami istri Mattain-Masfuah warga desa Tasik agung kecamatan Rembang dan Rasbun asal desa Pelang kecamatan Sarang, keberangkatannya ke tanah suci menunggu kloter dari kabupaten lain.

”Sesampainya di Madinah, mereka tetap bergabung dengan sesama jamaah calon haji kloter 36. Selama tiga orang calon haji yang tertunda keberangkatannya tidak meninggalkan salah satu rukun haji, maka dinyatakan sah menunaikan rukun Islam ke 5,” ujarnya Ali Anshori.

Dia memprediksi, jamaah calon haji yang tertunda berangkat lantaran sakit, disebabkan kelelahan saat berada di rumah. Mereka banyak menerima dan melayani tamu yang datang silih berganti, akibatnya kurang istirahat dan kurang makan.
“Menyebabkan tensi darah merosot, cenderung menyebabkan menderita anemia,” imbuhnya.(hasan

Thursday, October 28, 2010

Tanggul Kali Citarum Gembong Nyaris Jebol, 1500 KK Terancam Tenggelam

BEKASI-Masyarakat Desa Pantai Mekar, Pantai Bahagia dan Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong  Kabuparten Bekasi sejak Selasa (26/10) hingga hari ini  terendam Air luapan Sungai Citarum.  Selain itu, tiga titik tanggul yang sekaligus sebagai Jalan raya yang berada di Kampung Singkil, Desa Pantai Mekar  nyaris putus sepanjang 300 meter yang mengakibatkan sekitar 1500 rumah penduduk  tergenang termasuk Kantor Camat, Puskesmas dan Kantor Polsek Muara Gembong.

Kades pantai mekar M.Manan yang ditemui, Kamis (28/10) mengatakan,  hujan yang turun beberapa hari ini ditambah kiriman air dari daerah Bandungmembuat sungai Citarum tak mampu menampung derasnya air Citarum.

“Ketingian air di pengukur banjir pada hari Rabu (27/10/2010) sudah menunjukkan 11.30 Meter kubik sedangkan kondisi air semakin meninggi terus,” katanya.
Upaya warga dari 3 desa dalam mengantisipasi bobolnya tanggul sudah  tidak mampu lagi karena kondisi air Citarum yang semakin membesar. Untuk itu Manan minta kepada Bupati Bekasi maupun para pengusaha dan pemerintah yang terkait baik daerah maupun pusat diminta segera turun tangan mengantisipasi maupun memberi bantuan sembako maupun obat-obatan yang saat ini sangat dibutukan oleh masyarakat di 3 desa tersebut.

Sementara itu Camat Muara Gembong M.Marup yang baru 15 hari menjadi Camat Muara  Gembong mengatakan, kami bersama Muspika Kecamatan Muara Gembong sedang membuat Posko pengendalian bencana banjir di Kampung.singkil Desa Pantai Mekar. Karena  menurutnya dengan kondisi alam semacam ini Muara Gembong akan semakin parah sedangkan kondisi air semakin besar sejak kemarin pagi Jam.05.00 hingga sampai saat ini 
air terlihat semakin membesar.

Lebihlanjut dijelaskan, saat ini sudah ada sekitar 1500 KK di 3 desa yang tergenang air dan  yang sangat dibutuhkan oleh warga adalah bantuan sembako, air mineral dan obat-obatan, karena Puskesmas harapan masyarakat Muara gembong saat ini tidak bisa dilalui oleh kendaran akibat jalan raya yang sekaligus sebagai tanggul Kali Citarum sudah putus.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi H.Sutia yang dihubungi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Muara Gembong yang saat ini mengalami musibah kebanjiran Dinas Sosial kabupaten Bekasi siap membantu, asalkan ada laporan secara rinci dari Desa maupun Kecamatan setempat. Karena kalau tidak ada laporan maupun permintaan dari wilayah yang terkena  musibah banjir nanti bantuan kita tidak mengenai sasaran. “Jangan sampai warga memerlukan bantuan sembako ataupun makanan lainnya, karena tidak ada laporan yang rinci kita kirim bahan bangunan. Ini 
kan nggak tepat namun kalau warga perlu sembako atau obat-obatan kami dari Dinas Sosial siap mengirim asalkan yah itu tadi harus jelas, maklum dinas sosial hanya bertugas sesuai  tupoksi,” ujarnya meyakinkan. Yoto

Dimeriahkan Lomba Bahasa, Kadisdik Kab Bekasi Resmikan Pendopo SMA Negeri I Cibitung

BEKASI-Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Cibitung kini memiliki gedung serbaguna atau pendopo. Pendopo yang diidamkan sebagai sarana belajar kelompok bebas  atau ekstra kurikuler dengan luas bangunan 9X9 M2 , dengan anggaran lebih kurang Rp 200 juta Rabu (26/10) resmi dipergunakan. Peresmian pendopo ini ditandai dengan pemotongan pita sekaligus pembukaan lomba bahasa tingkat Kab Bekasi yang diikuti pelajar SMP sederajat dan SMA/SMK sederajat se Kab Bekasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Dr Rusdi.M Biomed. Hadir pada kesempatan itu Ketua PGRI H Soon Djukian, Pengawas kelas Bilingual, H babay Hudori, Ka SMA Negeri I Cibitung, Hj Heny Maryani dan Ketua Komite, H Marjaya HR dan para tamu undangan mulai dari Muspika Kec Cibitung dan para Kepala SMA/SMK se kab Bekasi serta Tokoh  masyarakat Cibitung.

Kepala Sekolah SMA Negeri I Cibitung , Hj Heny Maryani dalam sambutannya menjelaskan, pihak sekolah bersama jajaran komite sekolah telah lama mengidam-idamkan terwujudnya gedung pendopo seperti yang sekarang terlihat ini. Karena menurutnya gedung pendopo disamping akan dipergunakan sebagai sarana rembug bersama juga akan dipergunakan sebagai sarana belajar ekstra kurikuler bagi siswa agar lebih santai dengan Suasana bebas terbuka.

Lebihlanjut dijelaskan,dengan usia SMA Negeri I Cibitung yang masih relatif muda pihaknya tidak akan kendor mengupayakan tersedinya sarana prasarana bersama jajaran Komite sekolah, karena lengkapnya sarana prasarana sekolah tentu akan menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar.

“Kami bersama komite dan jajaran pelaksana sekolah mulai dari tukang sapu sampai para dewan guru selalu terbuka bersinergis duduk bareng demi terwujutnya sesuai Moto ‘Clean Green and Smart, Learning For Life and School For Work’,”ujarnya.

Dengan jumlah ruang belajar sebanyak 25 kelas ditempati 1093 siswa, saat ini SMA Negeri I Cibitung secara bersama tetap akan terus mengupayakan agar  visi meningkatkan peserta didik menjadi manusia yang agamis, berahlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab  bias terwujud.

Sementara Kadinas Pendidikan Kab Bekasi, Dr Rusdi.M Biomed dalam  sambutannya  mengatakan, sangat berterima kasih atas upaya pihak sekolah dan komite  mewujudkan sarana penunjang pendidikan berupa pendopo atau ruang bebas  kelengkapan belajar mengajar yang dibangun sedemikian arstistik dengan atap kayu jati dan mudah-mudahan dengan adanya sarana tersebut dapat meningkatkan prestaasi siswa. “ Yah walaupun dana dari swadaya masyarakat yang dikelola komite, saya berharap agar  mengedepankan asas bermusyawarah yang baik,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pada tahun 2010 ini anggaran yang disediakan baik dari APBD maupun APBN guna memenuhi kebutuhan alat praktek SMK/SMA sebesar Rp 8 milyar, jadi pihak sekolah yang membutuhkan dipersilahkan untuk  mengajukan proposal kami akan pelajari dan tanggapi.  Begitu juga permintaan yang disampaikan Ketua Komite, H Marjaya HR tentang pengangkatan guru honor dan tata Usaha honor, Kadinas Pendidikan berjanji akan memperhatikan betul, sebatas semuanya melengkapi persyaratan yang benar. Yoto

Korban Tsunami Mentawai Bertambah: 311 Tewas, 378 Orang Hilang

MENTAWAI - Korban tewas akibat gelombang tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Kamis (28/10/2010) pukul 07.15 WIB korban meninggal sudah mencapai 311 jiwa. Sedangkan korban yang hilang 378 orang.

Hal ini diungkapkan oleh  Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno,  Kamis (28/10/2010). Menurutnya, seluruh korban meninggal saat ini masih berada di Puskesmas Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain korban tewas juga masih ada korban yang mengalami luka berat yaitu 264 orang dan yang luka ringan 140 orang.

Saat ini, para warga masih berada di tempa tenda-tenda pengungsian. "Pengungsi ada 4 ribu jiwa mereka ada di wilayah Pagai Selatan dan Pagai Utara," jelas politisi PKS ini.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, sejumlah bantuan telah masuk sejak kemarin. Irwan memprediksi bantuan-bantuan yang masuk akan bertambah hari ini karena kondisi cuaca saat ini mendukung untuk kapal sampai ke Mentawai. Hingga kini, selain obat-obatan dan peralatan sehari-hari yang dibutuhkan pengungsi adalah tenaga medis dan relawan.

"Selain obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari kita juga membutuhkan dokter dan relawan agar dapat segera melakukan evakuasi," tutup Irwan.

Gempa 7,2 SR mengguncang Kepulauan Mentawai, lusa kemarin. 509 orang dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Sikakap, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora Selatan, dilaporkan hilang.

Guna memperlancar pencarian korban yang terseret gelombang tsunami, Rabu (27/10) kemarin tim pencari menyiapkan 4 helikopter karena pertimbangan ombak tinggi yang tidak memungkinkan untuk pencarian dengan menggunakan speed boat.