Ibu-ibu di Selang Bojong Demo Tolak Pembangunan SPBE

BEKASI-Puluhan warga di lingkungan Rt 01/01 Kampung Selang Bojong, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, kembali berunjuk rasa. Kali ini, dimotori oleh kaum ibu rumah tangga. Mereka menolak pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) milik PT Gasindo Jaya Pratama (GJP) karena dinilai, akan berdampak pada keselamatan jiwa.

Walau diguyur hujan, sejumlah ibu rumah tangga dengan membawa anak-anaknya terus melakukan unjukrasa tersebut. Dengan membawa kertas karton bertuliskan 'tolak pembangunan SPBE' meminta pihak PT GJP untuk menghentikan pembangunan yang dinilainya akan membahayakan warga dilingkungan sekitar. "Warga disini tidak setuju, kecuali bukan pembangunan gas. Sebab, akan membahayakan keselamatan jiwa ke depannya," ujar Ibu Mini.

Kata Mini, dirinya meragukan akan keselamatan atas berdirinya SPBE tersebut. "Warga takut, bila perusahaan ini meledak seperti di beritakan televisi," katanya.

Apalagi, dirinya dan sejumlah warga tidak mengetahui sebelumnya akan dibangun SPBE tersebut. "Ibu-ibu merasa dibohongi atas pembangunan itu, sebab dalam sosialisasi gak diberitahu sebelumnya," sesalnya.

Menurut Rahmad yang ikut dalam aksi, aksi ibu rumah tangga ini, dilakuka secara spontanitas. "Tidak ada paksaan, namun atas kesadaran sendiri," ujarnya.

Lebih jauh, Rahmad merasa pembangunan SPBE tidak sesuai dengan peruntukannya. Karena, berada di lingkungan pemukiman warga. "Setahu saya, sesuai dengan aturan pertamina pusat yang salah satunya adalah jauh dari pemukiman warga," terangnya.

Pihaknya juga menginginkan, agar PT GJP memberikan kejelasan yang pasti atas pembangunan SPBE nantinya. "Bukan soal ganti rugi, namun kepastian berdirinya pengisian gas itu," tandasnya.

Di lokasi, Penanggungjawab Proyek SPBE PT GJP, Dudi mengatakan sesuai dengan perizinan lingkungan, pihaknya telah mendapat persetujuan warga sekitar. "Berupa tandatangan 40 warga melalui ketua RT/RW juga kelurahan," katannya.

Yang jelas, lanjut Ia, tahap awal dari rencana pembangunan SPBE yakni dilakukannya pemagaran lokasi seluas 4500 m2. "Selesai pemagaran, kami menunggu izin dari pertamina pusat. Diizinkan atau tidak, kami menunggu keputusan tim dari pertamina pusat," katanya lagi.

Seperti diberikan,  pembangunan SPBE milik PT Gasindo Jaya Pratama merupakan yang distributor pengisian Gas Elpiji berukuran 3 kg ke agen/pangkalan, rencananya akan rampung pada maret 2011. (dharma)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur