Insentif Tak Diterima Penuh Perawat RSUD Rembang Protes

REMBANG - Perawat di RSUD Dr R Soetrasno Rembang mogok Administrasi hal tersebut dilakukan  sebagai bentuk protes terhadap manajemen. guna menyikapi dugaan penyunatan insentif yang harusnya mereka terima penuh.

Karena ada dugaan akan jumlah yang akan diterima berkurang dan juga , jumlah penerimaan  insentif yang diterima oleh perawat  lebih rendah dari sebelumnya. Sementara pihak rumah sakit berdalih ini imbas dari adanya perubahan kebijakan .
           
Selain itu di internal rumah sakit berhembus isyu ada kecemburuan antara tenaga perawat senior dan junior. Konon dengan penerapan  sistem baru itu insentif yang diterima perawat senior lebih rendah dibanding juniornya. sehingga memicu protes keras kalangan perawat senior yang sudah bekerja di rumah sakit
belasan hingga puluhan tahun.

''Apakah dedikasi dan loyalitas kami selama ini terhadap rumah sakit masih kurang. Karena itu kami menginginkan ada klarifikasi dari manajemen,'' beber  salah satu perawat senior yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurut dia, perawat senior melakukan protes sejak Selasa (26/4) lalu dengan melakukan dialog internal dengan manajemen. Sempat terjadi aksi mogok beraktifitas namun akhirnya diakhiri dan kegiatan pelayanan di rumah sakit berjalan normal.

Sementara itu Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi RSUD Dr R Soetrasno Rembang  Giri Saputro membantah adanya  protes yang dilakukan oleh perawat. Disebutnya para perawat hanya meminta klarifikasi terkait adanya perubahan insentif yang mereka terima. ''Sudah ada  pembicaraan dengan manajemen. Hal ini akan diselesaikan secara baik-baik,'' sergahnya.

Lebih lanjut dia tuturkan, meski ada protes pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal seperti biasanya. Kejadian itu disebakan adanya mis
komunikasi. "Pemotongan insentif para perawat khususnya senior  karena adanya perubahan sitem. Dalam rangka peningkatan kualitas tenaga perawat di rumah sakit, tanpa membedakan antara senior dan junior," cetusnya.

Dia menambahkan, jika kinerja mereka buruk, maka diberikan kredit poin yang  berimbas mengurangi insentif yang diterima. Bahkan tidak hanya sampai disitu saja, jenjang kependidikan-pun menjadi salah satu penilain. "Rata-rata perawat senior disini jenjang pendidikannya D3, sementara yang  junior semua lulusan S1 keperawatan," imbuhya.(hasan)
            

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur