Teraphy Kesehatan Alternatif Oleh M. Aris Kuncoro Meriahkan HARBA PII KE 64 di Brondong, Lamongan


Puluhan warga di Lamongan tampak sedang antri saat  pengobatan alternatif secara Islami oelh Ustadz M. Aris Kuncoro berkaitan dengan Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke 64 di Brondong, Lamongan, Jawa Timur pada 15 Mei lalu.
LAMONGAN - Selain dimeriahkan group drumband SD Islam Sultan Agung kelurahan Blimbing kecamatan Paciran, dan Penampilan Tari Islami dari TK Plus At Taqwa, peringatan Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke 64 15 Mei juga digelar kegiatan bhakti sosial berupa santunan untuk anak-anak yatim dan teraphy kesehatan alternatif islami  gratis. 
Puluhan warga berdatangan ke sekretariat Perhimpunan KB PII kecamatan Brondong untuk dilakukan teraphy kesehatan. Puluhan pasien dengan beragam penyakit yang dideritanya satu per satu diteraphy oleh Ustadz Muh. Aris Kuncoro, mulai dari jenis penyakit fisik, seperti asam urat, ambien, penyakit mata kabur, pengeroposan  tulang, kencing manis, lumpuh hingga jenis-jenis penyakit non fisik, seperti gangguan gaib.
“Alhamdulillah, sekarang untuk rukuk dan sujud sudah terasa lebih enak,” kata Mbah Nah, salah satu pasien yang mengidap penyakit rematik akut, yang sebelumnya untuk rukuk saja tidak bisa.
Hal senada juga dikatakan Mbak Lin, setelah diteraphy pandangannya menjadi lebih jelas dan kepalanya terasa lebih ringan. “Sebelumnya, didaerah sekitar kepala ini, rasanya berat dan sakit kalau untuk gerak sedikit saja, sudah gitu ditambah lagi pandangan matanya juga kabur, padahal tidak kena gela sakit mata, Alhamdulillah sekarang menjadi lebih enak,” kata dia.
Sedangkan Gus Dar, pasien lainnya, juga mengaku banyak ada perubahan setelah dilakukan teraphy pada Peringatan HARBA PII ke 64. Menurut dia, selama ini nyaris tidak bisa sholat hanya gara-gara di daerah sekitar perut ke bawah sulit digerakan. “Jangankan sholat, duduk saja, sering minta bantuan, Alhamdulillah sekarang agak lancer,” kata Gus Dar.
Muh Aris Kuncoro, yang juga pemred wartamerdeka.com, dengan sabar menerima satu per satu pasien dengan berbagai keluhan dan jenis penyakit yang diidapnya. “Penyembuhan penyakit ini hakikatnya oleh Allah SWT. Saya ini kan hanya lewatan atau perantaraan saja. Dan praktek penyembuhan ini sebenarnya adalah untuk membuktikan bahwa kekuasaan dan mukjizat Allah itu nyata, bukan hanya dongeng,” katanya.
Selain pasien disuruh praktek di tempat dengan gerakan-gerakan, juga dibekali ramuan herbal, yang biasanya dari buah-buahan. Selain itu yang tak kalah penting, Aris menekankan pentingnya penjiwaan makna sholat, sholat malam dan dzikrullah.
Salah seorang panitia HARBA PII, Amin Thohari mengaku kaget dengan membludaknya warga yang berdatangan pada kegiatan penyembuhan gratis tersebut. “Sebenarnya kegiatan pengobatan teraphy ini hanya untuk pasien terbatas, namun faktanya malah membludak. Pasien datang ternyata dari mulut ke mulut, setelah satu orang diteraphy dan terasa enak, sembuh, dia lantas memberitahukan ke tetangganya atau keluarganya, ya jadinya mereka saling berdatangan,” ujar Amin.
Meski demikian, lanjut Amin Thohari, jumlah pasien tetap dibatasi sekitar 50 orang saja, sebab kalau tidak waktu satu hari tidak cukup, apalagi pak Aris (Muh. Aris Kuncoro, red) juga sore itu langsung terbang ke Jakarta.
Dengan dibatasinya jumlah pasien tersebut, Amin meminta maaf pada warga yang tidak kebagian jatah teraphy. “Saya sebagai panitia mohon maaf bila tidak bisa mengakomodir semua pasien,” papar dia.
Meski demikian, apabila ada warga atau lembaga mau menghubungi Ustad Moh. Aris Kuncoro, bisa melalu perhimpunan KB PII di Lamongan atau perwakilan Koran Online wartamerdeka.com, Jawa Timur melalui 085234715699. (Mas)


Sumber : wartamerdeka.com

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur