Warga Manfaatkan Momen Idul Adha Jadi Pedagang Hewan Qurban Dadakan

Views:
Video Information

GROBOGAN (wartamerdeka.com) - Warga Kabupaten Grobogan yang mempunyai naluri berbisnis berinisiatif mencari berkah menjelang Hari Raya Idul Adha. Mereka mendadak berprofesi sebagai pedagang hewan, namun sifatnya hanya sementara atau biasa dinamakan pedagang dadakan. 

Menjelang Hari Raya Idul Adha, beberapa warga Kelurahan/Kec. Purwodadi Kab. Grobogan pasti memanfaatkan kesempatan dengan berdagang hewan qurban. Bahkan mereka berani membuka tempat berjualan darurat untuk menampung puluhan ekor kambing, tanpa takut mengalami rugi.

Salah satu pedagang hewan qurban dadakan bernama Iin (46) menyebutkan, kurang lebih 12 tahun dia selalu berjualan hewan qurban kambing menjelang Hari Raya Idul Adha. Dia datangkan dari kecamatan lain seperti Godong, Penawangan, Wirasari dan Grobogan. "Mulai tiga minggu sebelum Hari Raya Idul Adha lapak dagang sudah dibuka. Kebanyakan merupakan titipan dari pemilik kambing, saya menjualkan dengan sedikit mengambil keuntungan," tuturnya.

Menurut dia, kelebihan tempat dagang di daerahnya yakni pembeli bebas memilih karena stok yang tersedia jumlahnya hampir mencapai seratus ekor. Untuk harga memang sedikit mahal dibandingkan di pasar hewan. "Namun tempat dagang di sini setiap hari bisa didatangi, tak seperti pasar hewan yang kebanyakan buka mengikuti hari pasaran," sergahnya.

Dia tambahkan, harga yang dipatok para penjual kambing antara Rp 1,5-2 juta per ekor, bergantung dari ukuran tiap kambing yang didagangkan. Para penjual hewan qurban dadakan sendiri sangat berhati-hati dengan dagangannya, mereka cukup teliti saat menampung titipan dari pemilik kambing "Kambing yang akan dijual terlebih dahulu kami periksakan kesehatannya dan ada aturan yang harus dipatuhi yaitu kambing yang didagangkan jadi hewan kurban berusia setahun lebih dan tidak cacat," imbuhnya.

Sementara itu Rosyd salah seorang calon pembeli saat ditanya mengatakan, Biasanya dia mencari kambing di pasar hewan, tetapi karena selain jauh dan hanya buka pada hari tertentu, maka memutuskan datang ke Desa Purwodadi. "Untuk harga hanya selisih sedikit, tidak memberatkan pembeli. Lagipula stok mencapai puluhan ekor, pembeli dapat memilih sesuai kemampuan," ujarnya.

Para Pedagang Dadakan tersebut mampu meraup keuntungan antara Rp 100-300 ribu, dari penjualan seekor kambing. Sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha trend penjualan meningkat, sehari laku antara 15-20. ekor.(hasan)
Similar Videos