Belum Ada Ijin, Pembangunan Pabrik Es Sumberagung-Brondong Terus Dikebut


LAMONGAN (wartamerdeka.com) - Pembangunan pabrik Es yang berlokasi di desa Sumberagung kecamatan Brondong, Lamongan-Jatim, seperti yang pernah ditulis wartamerdeka.com beberapa waktu kemarin ternyata belum mengantongi ijin. Informasi yang dihimpun wartamerdeka.com mengatakan pembangunan pabrik Es yang disinyalir milik pabrik Es Sahabat Mina yang berlokasi di sebelahnya tersebut, memang belum mengantongi ijin lantaran masih menyelesaikan sebagian lahan yang ada disamping pembangunan pabrik. Padahal, seharusnya persoalan tersebut terpisah, sebab lokasi di belakang pabrik sudah dibatasi dengan pagar tembok. Namun, Kades Sumberagung Suminto dihubungi mengaku ijin sudah dalam proses. “Oh soal ijin sedang dalam proses!,” ujar Suminto.

Di tempat terpisah, Camat Brondong, Suharto melalui Kasi Ekbang setempat, Sariyono membenarkan kalau pembangunan pabrik tersebut belum mengurus ijin. “Karena masih menunggu penyelesain sebagian lahan di belakangnya, sehingga ijin dilakukan menunggu penyelesaian lahan tersebut, Mas!,” tandas Sariyono.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan pemkab Lamongan, Anwar dihubungi mengaku kaget kalau pembangunan pabrik Es tersebut belum ada ijin. “Lho, memang ada pabrik baru ya,? Kelihatannya benar belum mengurus ijin,” ujar Anwar.
Sementara sumber resmi lainnyaq dari kantor tersebut mengatakan, seharusnya satpol PP kecamatan bergerak cepat, kalau memang belum ada ijin ya dihentikan, “Harusnya kegiatan pembangunan dihentikan, pol PP kecamatan bila perlu kordinasi dengan pol PP kabupaten untuk menghentikan kegiatan tersebut,” kata salah satu sumber yang enggan disebut namanya dari kantor perijinan setempat.
Sayangnya, Kepala Satpol PP Lamongan, Sukiman dikonfirmasi via SMS hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (Mas)

Comments

Popular posts from this blog

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur