Surya Paloh: Demi Negara, NasDem Siap Korbankan Kader

Views:
Video Information

Ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh
JAKARTA (wartamerdeka) - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh  menegaskan, NasDem tak segan-segan melepas kadernya bila hukum memang mengharuskan.

Hal ini diungkapkan Paloh dalam pidato Ulang Tahun Fraksi Partai NasDem DPR RI, di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015) malam, menyusul penegakan hukum atas isu elite partainya yang disebut-sebut terlibat dugaan kasus korupsi Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho.

"Kalau harus meminta pengorbanan, maka korbankan kader partai kita! Korbankan siapapun demi kebaikan di negeri kita ini!" kata Paloh berapi-api.


Paloh menyatakan NasDem tak pernah berkompromi dengan pelanggaran hukum. NasDem ingin menjadi acuan tren perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Maka saya katakan kita tidak pernah berkompromi. Kita tidak pernah bertipu muslihat, bersiasat, dan politicking di negeri kita. Kita kedepankan kejujuran kita, sebagai trendsetter perubahan," ujarnya, masih berapi-api.

Dikatakan, dirinya rela memecat kader partai yang terlibat korupsi. Bahkan Paloh sendiri akan keluar dari NasDem bila terlibat korupsi.

"Maka kalau ada kader partai yang terkena kasus hukum, khususnya masalah pemberantasan korupsi, termasuk diri saya, pada saat yang sama atas dasar kerelaan maka dipecat dari partai ini!" tandasnya, disambut tepuk tangan sekitar 200 orang di ruangan.

Paloh menjelaskan berterimakasih terhadap Johan Budi, karena tidak perlu memanggulnya. Namun, seandainya diperlukan, ia juga siap dipanggil KPK untuk menjelaskan kasus tersebut.

"Saya berterima kasih kepada Pak Johan Budi (KPK) yang menyatakan tidak perlu lah memanggil Ketum NasDem. Tapi dipanggil pun tidak apa-apa," ujar Paloh usai perayaan ulang.

Meski begitu, Paloh tak bermaksud meminta dipanggil KPK. Hanya saja, dia mengedepankan sikap kooperatif dalam penegakan hukum bila diperlukan.

"Kalau memang diperlukan, saya akan datangi KPK. Tapi kalau nggak dipanggil, ngapain saya bilang, 'Tolong panggil saya!' Gila juga saya," kata Paloh ekspresif.

Dirinya mengakui dan menjelaskan kepada wartawan, bahwa memang dia pernah bertemu dengan Gatot, Wagub Sumut Tengku Erry, dan OC Kaligis. Namun pembicaraannya bukan untuk meminta bantuan perkara hukum, melainkan hanya meminta nasihat selaku senior kepada junior.

Paloh bahkan bersedia pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem sekitar sebulan lampau itu direkonstruksi.

"Kalau diperlukan, rekonstruksi ulang aja. Silahkan saja," tandasnya.
 
Dilanjutkan Paloh, Di DPR, ia mengapresiasi sikap fungsionaris yang selalu mengamat-amati perilaku anggota fraksinya.

"Dengan meneropong memakai teropong bajak lautnya, praktik macam-macam di DPR itu, maka harus hati-hati, kalau bermain macam-macam, boleh pikir-pikir," tegasnya.

Sebelumnya, Victor sempat bicara soal pemanggilan Sekjen NasDem, Patrice Rio Capella yang juga anggota DPR, oleh KPK terkait kasus dugaan suap hakim PTUN Medan. Victor mengatakan Rio Capella bisa dipecat dari NasDem jika terbukti terjerat kasus tersebut.

"Kalaupun di kemudian hari terbukti, akan kami sanksi tegas pemecatan. Tapi kalau tidak, akan kami beri perlindungan," ujar Victor, siang sebelum perayaan.

Rio Capella diketahui tak hadir dalam acara perayaan HUT Fraksi NasDem DPR malam itu. Tidak ada yang dapat dikonfirmasi soal ketidakhadiran Rio Capella.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KPK telah memanggil Rio Capella untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap ke sejumlah hakim PTUN Medan. Pimpinan KPK akan segera meminta laporan ke penyidik soal hasil pemeriksaan terhadap Rio Capella. Nantinya, pemeriksaan Rio Capella itu yang akan dikonfirmasi lagi dengan memanggil beberapa pihak, termasuk orang-orang dekat Rio.

"Tentu nanti akan dievaluasi hasil perkembangan dari permintaan keterangan terhadap orang-orang yang telah memberikan keterangan (termasuk Rio Capella). Di situ tentu akan dievaluasi mana lagi yang barangkali keterangannya dari pihak lain yang diperlukan. Kita berharap sebetulnya semua pihak memberikan keterangan yang sesungguhnya apa yang terjadi, apa yang memang dialami, apa yang didengar sehingga proses itu bisa cepat, terbuka," kata Wakil Ketua KPK, Zulkarnain di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (01/10/2015). DANS

Similar Videos